top of page

Warehouse Management System : Pengertian, Manfaat, Fitur dan Proses Integrasi

Diperbarui: 23 Feb

Pengelolaan gudang atau warehouse management merupakan salah satu proses penting dalam berbagai industri, baik dengan skala besar maupun menengah. Perusahaan perlu mengelola gudang secara optimal agar dapat meningkatkan keuntungan, serta menjaga kepuasan konsumen.Ā 


Salah satu cara agar perusahaan dapat mengelola gudang dengan baik yaitu melalui penerapan teknologi, seperti Warehouse Management System (WMS). Teknologi ini dapat mengurangi aktivitas operasional manual yang rentan terhadap kesalahan, sehingga manajemen gudang dapat berjalan dengan efisien dan akurat. Simak penjelasan lengkap terkait teknologi WMS mulai dari pengertian, manfaat, fitur hingga kemampuan integrasi dengan sistem lain.


Daftar Isi


Pengertian Warehouse Management System (WMS)

Penerapan Warehouse Management System memungkinkan perusahaan untuk mengelola gudang secara efektif dan efisien. Namun, sebelum membahas lebih dalam, kita perlu pahami pengertiannya terlebuh dahulu.

ā€œApa itu Warehouse Management System?ā€

Warehouse Management System (WMS) adalah sebuah perangkat lunak (software) yang diciptakan untuk membantu perusahaan mengelola seluruh proses dalam gudang. Proses tersebut termasuk dari inbound (penerimaan barang), putaway, picking, packing, hingga keluarnya barang dari gudang. Dengan menerapkan WMS, seluruh proses pengelolaan barang dalam gudang menjadi lebih terkontrol, cepat, dan hemat biaya.


Selain itu, WMS memiliki fleksibilitas dalam penerapannya. WMS dapat digunakan sebagai sistem mandiri, ataupun juga diintegrasikan dengan berbagai teknologi lain, seperti Radio Frequency Identification (RFID)Ā dan Enterprise Resource Planning (ERP).


Bahkan, fitur yang ada pada WMS dapat ditambah ataupun disesuaikan sesuai kebutuhan operasional gudang perusahaan. Jadi pastikan dulu bagaimana anda menginginkanĀ penerapan WMSĀ kedalam bisnis Anda.


Permasalahan dalam Manajemen Gudang

Pain Point dalam Warehouse Management System (WMS)

Mengelola stok barang adalah bagian penting dalam bisnis, tapi proses ini sering kali rumit, memakan waktu, dan juga biaya. Tantangan ini perlu diatasi agar pengelolaan gudang lebih efektif. Berikut adalah alur pergerakan barang di gudang beserta masalah yang sering muncul:


1. Visibilitas Stok yang Kurang Baik dan Data Tidak Akurat

Hingga saat ini, masih banyak perusahaan yang mengandalkan pencatatan manual pada proses manajemen gudang. Hal ini tentu menciptakan "titik buta" pada pengawasan stok, yang pada akhirnya mengakibatkan berbagai kendala seperti selisih stok, kehabisan barang (stock out), atau penumpukan barang dalam gudang.


Untuk dapat mengatasi hal tersebut, perusahaan perlu mengurangi proses manajemen gudang manual, dan mengganti dengan pengelolaan berbasis Warehouse Management System (WMS). Teknologi ini, dapat meningkatkan visibilitas perusahaan terhadap pengelolaan stok melalui pencatatan secara digital menggunakan pemindai barcode, QR, atau RFID untuk sehingga data persediaan menjadi akurat dan real-time. Setiap pergerakan barang langsung memperbarui data sistem, memberikan informasi akurat bagi perusahaan untuk mengambil keputusan dan mengoptimalkan proses pemenuhan pesanan.


2. Kesalahan Picking dan Pemenuhan Pesanan yang Lambat

Sering dengan permintaan konsumen yang sering berubah, dan tuntutan terkait pengiriman cepat, akurasi dan kecepatan merupakan dua faktor penting yang perlu diperhatikan dalam manajemen gudang. Proses pengelolaan stok yang masih dilakukan secara manual tentu akan sering menghadapi tingginya tingkat kesalahan pengambilan barang (picking errors) dan rute staf yang tidak efisien, sehingga menyebabkan keterlambatan pesanan dan pemborosan biaya.


Agar perusahaan dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan pada pemenuhan pesanan, penerapan Warehouse Management System (WMS) diperlukan. WMS dapat mengatasi kesalahan picking dan pemenuhan pesanan yang lambat dengan cara mengotomatisasi proses manual dalam pengelolaan gudang, seperti pencatatan stok, putaway, picking hingga memastikan rute pengambilan barang yang optimal.Ā 


Dengan WMS, perusahaan juga dapat mengelompokkan pesanan berdasarkan lokasi stok pada rak dan memandu staf melalui dashboard yang interaktif, sehingga meningkatkan efisiensi picking stok memastikan barang yang dikemas dan diproses untuk pengiriman dilakukan dengan cepat dan akurat.


3. Ruang Penyimpanan Tidak Maksimal

Perusahaan yang memiliki lahan gudang terbatas tentu akan sulit untuk meningkatkan kapasitas ruang penyimpanan, terlebih lagi dengan meningkatnya biaya properti. Banyak gudang terasa penuh dan sesak oleh tumpukan stok barang namun sebenarnya secara kapasitas vertikal maupun horizontal tidak dimaksimalkan akibat penempatan barang (slotting) yang buruk dan tidak terorganisir.


Salah satu cara bagi perusahaan untuk dapat memaksimalkan kapasitas ruang penyimpanan yaitu dengan menerapkan layouting gudang melalui WMS. Sistem ini dapat merekomendasikan lokasi penyimpanan terbaik, yaitu dengan memanfaatkan ruang vertikal ataupun dengan rak. Dengan menganalisis ukuran dan tingkat perputaran barang, Warehouse Management System dapat mengarahkan barang yang paling laku (fast-moving) ke area yang mudah diakses, sehingga secara drastis meningkatkan kapasitas gudang tanpa perlu perluasan lahan.


4. Kesulitan Melacak Usia dan Kondisi Stok Barang

Pada industri makanan dan farmasi, melacak nomor batch dan tanggal kadaluarsa tetap menjadi tantangan yang besar. Tanpa adanya metode pengelolaan stok yang memadai, staf sering mengambil barang yang paling mudah dijangkau tanpa melihat masa kadaluarsa, sehingga mengakibatkan tumpukan stok mati (deadstock) yang dapat merugikan perusahaan.


Dengan menerapkan WMS, perusahaan yang memiliki persediaan dengan masa kadaluarsa dapat mengurangi deadstock melaluiĀ  penerapan metode perputaran barang yang tepat, baik itu FEFO (First Expired First Out) atau FIFO (First In First Out) dan secara otomatis memantau usia dan kondisi stok barang. Sistem ini juga memudahkan proses penelusuran menyeluruh, sehingga kualitas dan usia stok dapat dilacak secara akurat dan cepat.


5. Data Gudang yang Tidak Terintegrasi

Banyak perusahaan masih mengelola data secara terpisah, dimana data operasional gudang berjalan terisolasi dari data penjualan dan pengadaan. Kurangnya integrasi data dapat menyebabkan keterlambatan pemrosesan pesanan, kesulitan dalam melakukan forecasting permintaan, dan proses reorder stock yang terlambat.


Warehouse Management System hadir sebagai sistem terpusat yang menjembatani informasi lintas divisi melalui fitur integrasi yang dapat menghubungkan WMS dengan software lain, seperti sistem ERP, software akuntansi dan platform penjualan. Informasi yang saling terhubung dapat memudahkan perusahaan untuk memastikan pesanan langsung dieksekusi oleh gudang dan secara otomatis memberikan notifikasi pengadaan saat stok menipis, menciptakan proses manajemen gudang yang efisien.


Manfaat Penerapan Warehouse Management System (WMS)

Setelah mengetahui pengertian WMS dan permasalahan umum manajemen gudang, sangat penting untuk mengetahui manfaat penerapan WMS.


Manfaat Penerapan Warehouse Management System

Penerapan WMS sangat membantu efisiensi proses bisnis dan menekan kerugian pada manajemen pergudangan hingga 90%. Untuk lebih lengkapnya berikut beberapa manfaat dari penerapan WMS yang dapat berguna sesuai kebutuhan bisnis.


1. Efisiensi Waktu Proses Gudang

Warehouse Management System (WMS) dapat mempercepat manajemen gudang dengan mengotomatisasi penyortiran, pendataan, dan pengemasan barang. Semua proses yang sebelumnya manual dan memakan waktu lama. kini dapat menjadi lebih cepat dan akurat.


2. Kemudahan Menata Letak Penyimpanan

WMS dapat mempermudah bisnis anda dalam mengatur lokasi penyimpanan barang yang lebih optimal. Area penyimpanan gudang akan lebih maksimal dengan sistem layouting, sehingga peletakan dan lokasi barang dapat dilacak melalui sistem.


Selain itu, Warehouse management system juga akan memudahkan Anda dalam menerapkan metode First In First Out (FIFO). Penataan letak penyimpanan sangat membantu proses arus barang dan sesuai dengan metode FIFO. Dengan begitu, kualitas barang yang akan diterima konsumen terjamin dan menekan angka stok yang rusak atau kadaluarsa.


3. Menekan Biaya yang Dikeluarkan Perusahaan

Anda mungkin berfikir menggunakan WMS akan menjadikan biaya operasional gudang akan semakin tinggi, namun itu salah. Sebagian besar WMS berbasis cloud, sehingga tidak membutuhkan banyak perangkat keras yang mahal. Sistem ini fleksibel, mudah dikelola, dan mengurangi ketergantungan pada metode manual. Selain itu, penggunaan sistem WMS akan menekan angka kerugian perusahaan dalam manajemen gudang seperti rusak dan hilangnya barang, serta membuat waktu proses manajemen gudang menajdi jauh lebih cepat dan akurat.


4. Kinerja dan Produktivitas Karyawan yang Lebih Efektif

WMS menyediakan informasi lengkap bagi karyawan, seperti jadwal inbound dan outbound, sorting, pelabelan, dan pengemasan. Serta sistem WMS dapat terintegrasi dengan sistem barcode maupun RFID. Ini membuat pekerjaan lebih terarah, akurat dan efisien.


5. Peningkatan Akurasi Stok dan Pengiriman yang Cepat

WMS mengurangi kesalahan dalam pengelolaan stok dan mempercepat proses pengambilan, pengemasan, serta pengiriman barang. Sehingga kesalahan pengiriman dan retur stok dapat berkurang. Selain itu terdapat fitur RFID/Barcode membantu pelacakan lokasi barang secara efisien. Fitur ini mempermudah dan mempercepat karyawan dalam proses pengambilan dan mempersiapkan stok barang sebelum pengiriman dalam waktu yang singkat.


6. Proses Inbound yang Terintegrasi

Dengan menerapkan Warehouse Management System (WMS), permintaan inbound barang akan terintegrasi dengan sistem manajemen inventaris dan juga database stok barang. Dengan begitu, proses permintaan inbound barang akan sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan, dan juga dapat meminimalisir terjadinya kelebihan stok dan juga stok yang berumur lama.


Penataan barang tidak hanya penting untuk stok yang telah masuk dalam gudang. Stok dari permintaan inbound juga perlu diurutkan berdasarkan jenis dan dilakukan pelabelan dengan fitur Barcode/RFID. Sehingga usia barang, jumlah pada database stok dan lokasi barang tercatat dengan lengkap.


7. Efisiensi Proses di Gudang

WMS memberikan notifikasi jadwal kedatangan barang, mempercepat penerimaan dan pencatatan stok. Barang tersimpan di lokasi yang ditandai dengan sistem, memudahkan pengambilan dan penyortiran.


8. Proses Outbound yang Terorganisir

Ketika ada permintaan outbound stok barang, data akan masuk dalam sistem dan mencocokkan dengan jumlah stok barang pada gudang. Dengan begitu, perusahaan akan dapat memenuhi permintaan pengiriman maupun meningkatkan penjualan.


Dengan bantuan warehouse management system, penjadwalan pengiriman stok dapat dilakukan. Saat permintaan pengiriman disetujui, armada pengiriman sudah terjadwal secara otomatis. Sehingga proses outbound stok berjalan dengan efisien.


Anda bisa mendapatkan warehouse management system dengan keamanan yang baik serta kemudahan untuk integrasi sesuai kebutuhan bisnis anda melalui tim ahli Prieds.


Fitur-fitur dari Warehouse Management System (WMS)

Untuk memastikan bisnis anda mendapatkan Warehouse Management System yang tepat, perusahaan perlu memperhatikan fitur-fitur yang ditawarkan dalam sistem WMS. Adanya berbagai macam fitur, akan mempermudah bisnis anda dalam melakukan pengelolaan terhadap gudang. Berikut beberapa fitur yang wajib ada pada WMS yang akan anda terapkan pada bisnis anda:



1. Inventory & Stock Transfer

Fitur Inventory & Stock Transfer dirancang untuk mengawasi dan menyederhanakan pergerakan barang di dalam satu gudang maupun lintas lokasi penyimpanan. Fitur ini mencakup Multisite Inventory Management (Manajemen Inventaris Multi-Lokasi), yang memungkinkan bisnis melacak dan mengelola stok mereka dengan mudah di berbagai gudang yang berbeda.Ā 


Untuk mengatur dan memudahkan pengelolaan stok di dalam satu area gudang, WMS Prieds dibekali fitur Melalui Storage Location Management. Fitur ini membantu mengatur dan mengoptimalkan area penyimpanan hingga ke level zona, rak, baris, dan kolom tertentu, sehingga memastikan efisiensi dan aksesibilitas maksimum bagi staf gudang.


Selain itu, fitur ini menyederhanakan perpindahan internal dengan fitur Stock Transfer Requests (Permintaan Transfer Stok), membuat proses permintaan dan persetujuan untuk memindahkan stok menjadi sangat transparan. Fitur ini juga dilengkapi dengan kemampuan Stock Forecasting sehingga perusahaan dapat memperkirakan kebutuhan stok di berbagai lokasi secara tepat, berdasarkan data historis dan analisis pergerakan stok.Ā 


2. Inbound Management

Manajemen Inbound mengawasi semua aktivitas yang terkait dengan penerimaan barang, memastikan bahwa pelacakan dan dokumentasi berjalan sangat akurat sejak barang pertama kali tiba.Ā 


Fitur ini menyederhanakan penerimaan barang dengan mengintegrasikan pesanan pembelian (Purchase Order) langsung dari sistem ERP dan memiliki fitur Auto Barcode Generation (Pembuatan Barcode Otomatis). Hal ini memungkinkan WMS untuk secara otomatis menghasilkan barcode untuk setiap barang yang masuk, sehingga sangat meningkatkan pelacakan real-time dan visibilitas inventaris sejak awal proses.


Selain memudahkan kontrol terhadap proses penerimaan barang, fitur ini juga membantu memastikan semua barang yang masuk diproses dengan benar sebelum diletakkan di rak. Ini mencakup Quality Control (Kontrol Kualitas) dan Re-packing/Palletizing untuk memverifikasi bahwa barang yang diterima memenuhi standar kualitas sebelum disusun diatas palet untuk penyimpanan yang optimal.Ā 


Selanjutnya, sistem ini memandu staf gudang melalui proses Putaway to Recommended Location, memindahkan barang ke ruang penyimpanan yang paling optimal dan memberikan pembaruan stok secara real-time di seluruh rak, palet, dan zona.


3. Stock Opname

Stock Opname atau proses penghitungan stok mengacu pada aktivitas penghitungan fisik barang. WMS dirancang untuk memudahkan proses pencocokkan stok fisik aktual di gudang dengan data yang tercatat.Ā 


Melakukan stock opname secara rutin sangat penting untuk mencegah selisih stok, mengidentifikasi barang yang hilang, dan meminimalkan kerugian akibat oleh kehilangan stok atau kadaluarsa. Dengan menggunakan WMS, perusahaan dapat melakukan perhitungan dan pencocokan data stok secara otomatis, mengurangi proses perhitungan manual yang rentan terhadap kesalahan.


Penggunaan WMS dapat dihubungkan dengan teknologi Barcode, QR, dan RFID, sehingga proses stock opname berjalan dengan cepat dan tepat. Dengan memanfaatkan teknologi ini, staf gudang dapat memverifikasi barang tanpa harus menghitung setiap barang secara manual. Metode pelacakan digital yang terpusat ini memastikan akurasi yang real-time, secara signifikan mengurangi waktu dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk penghitungan stok, serta mempermudah identifikasi deadstock atau out of stock.


4. Outbound Management

Penerapan Warehouse Management System (WMS) juga dapat mengatur seluruh tahap outbound yang terkait dengan pengeluaran barang, mulai dari proses pengambilan (picking), pengemasan (packing), dan pengiriman (shipping). Dengan mengintegrasikan pesanan penjualan (sales orders) dari sistem ERP, fitur ini memungkinkan gudang untuk mengelola pengiriman pesanan secara efisien.Ā 


Sistem ini juga dapat membuat daftar pengambilan (picklists) otomatis berdasarkan pesanan yang diterima untuk membantu staf memindahkan barang secara akurat di antara zona penyimpanan yang berbeda, sekaligus memverifikasi detail barang dan lokasi yang tepat menggunakan teknologi QR, barcode, atau RFID untuk mencegah kesalahan dalam pemenuhan pesanan.


Tidak hanya terbatas pada menjalankan manajemen outbound dengan optimal, Prieds WMS juga mendukung berbagai metode perputaran barang, termasuk FIFO (First In First Out) untuk barang yang mudah rusak, FEFO (First Expired First Out) untuk meminimalkan pemborosan, dan LEFO (Last Expired First Out) yang umum digunakan oleh distributor B2B. Menerapkan metode perputaran stok yang tepat berpengaruh terhadap kualitas stok yang terjaga, sehingga kepuasan konsumen dapat ditingkatkan.


5. WMS Dashboard & Reporting

Fitur Dasbor & Pelaporan pada WMS memberikan visibilitas real-time bagi perusahaan terhadap seluruh proses manajemen gudang melalui antarmuka terpusat yang mudah dibaca. Fitur ini dapat menyajikan laporan stok Langsung yang dapat menampilkan tingkat persediaan saat ini dan pembaruan status secara real-time.Ā 


Selain itu, fitur ini menawarkan Warehouse Productivity Report untuk melacak efisiensi operasi gudang harian, memberikan pandangan yang jelas bagi manajer tentang seberapa baik aktivitas pengambilan, pengemasan, dan penempatan barang dijalankan oleh staf lapangan. Selain pemantauan harian, alat pelaporan ini juga dapat memberikan analisis yang komprehensif untuk membantu mengoptimalkan manajemen gudang.Ā 


Bentuk laporan lain yang dapat dihasilkan oleh WMS yaitu adalah Lead Time Process Reports untuk menganalisis waktu pasti yang dibutuhkan untuk berbagai proses di gudang dari penerimaan hingga pengiriman. Sistem ini juga secara otomatis menyusun Inbound & laporan masuk dan keluar barang, hingga Stock Movement Report yang mendetail, memberikan laporan yang lengkap dan berbasis data kepada perusahaan, sehingga dapat melakukan langkah optimalisasi terhadap proses operasional gudang.


Kapan Bisnis Perlu untuk menerapkan Warehouse Management System (WMS)

Memutuskan untuk menerapkan WMS tergantung pada kebutuhan unik bisnis Anda. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat membantu Anda menentukan apakah WMS cocok untuk bisnis Anda:

Download deck solution Warehouse Management System Prieds


1. Mengelola Stok Barang di Gudang

Jika bisnis Anda bergantung pada manajemen stok barang di gudang, digitalisasi dengan WMS adalah pilihan tepat. Sistem ini membantu mengoptimalkan pengelolaan gudang, mengurangi penggunaan sumber daya, dan menekan biaya operasional.


2. Butuh Digitalisasi Manajemen Gudang

Dengan WMS, pencatatan aktivitas gudang seperti order, inbound, outbound, dan stok menjadi lebih rapi dan mudah dilacak. Data yang terorganisir membantu kontrol kualitas barang, analisis laporan, memprediksi penjualan, serta memastikan stok tidak kadaluarsa atau menjadi barang mati.


3. Membutuhkan Fitur yang Lengkap dan Fleksibel

WMS menawarkan berbagai fitur seperti RFID/Barcode, integrasi CCTV, database terpusat, dan sistem pemberitahuan. Fitur-fitur ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda dan memudahkan pekerjaan karyawan sesuai tugasnya.


4. Mempersingkat proses stok opname

Jika stok opname manual memakan waktu lama dan hasilnya kurang akurat, WMS adalah solusinya. Sistem ini mempercepat proses stok opname dan memastikan data lebih terstruktur dan akurat.


Integrasi Warehouse Management System dengan Sistem ERP

Integrasi WMS dengan sistem ERP

WMS Prieds dapat diintegrasi ke berbagai sistem ERP

Perusahaan dengan bisnis manufaktur maupun distributor umumnya telah menerapkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) pada proses bisnisnya. Kelebihan yang ditawarkan sistem ERP yaitu memiliki beragam modul, salah satunya yaitu Warehouse Management System (WMS).


WMS Prieds mendukung integrasi dengan berbagai sistem ERP melalui API integration untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi operasional gudang, sehingga data transaksi dan aktivitas dapat tersambung secara mulus antar sistem.Ā 


Integrasi ini dapat dilakukan melalui tiga metode, yaitu flow data manual dengan ekspor-impor file seperti XML, CSV, atau JSON oleh staf gudang, flow data semi-automaticĀ yang memungkinkan data dari ERP masuk otomatis ke WMS namun proses sebaliknya masih dilakukan secara manual, dan yang terakhir flow data fully-automatic yang memungkinkan pertukaran data dua arah secara real-time menggunakan fitur Open-API pada kedua sistem.


Hal yang perlu dipersiapkan untuk proses integrasi ERP dengan WMS Prieds

Sebelum melakukan integrasi WMS Prieds dengan sistem ERP, ada beberapa tahapan yang perlu dibahas dan disepakati antara perusahaan dan penyedia sistem. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan operasional sudah dipahami dengan baik serta proses integrasi dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal.


Secara singkat, berikut beberapa tahapan dalam proses integrasi WMS dengan sistem ERP:

  1. Inquire dan Assessment:Ā Tim Prieds mempelajari sistem ERP yang digunakan perusahaan serta berdiskusi dengan tim IT untuk memahami kondisi dan kesiapan sistem saat ini.

  2. Identifikasi Kebutuhan:Ā Dilakukan diskusi bersama untuk menentukan data apa saja yang perlu terhubung dan fitur apa yang dibutuhkan agar operasional berjalan lebih efisien.

  3. Penyusunan Alur Proses: Tim membuat gambaran alur pertukaran data dan proses kerja agar kedua sistem dapat terhubung dengan jelas dan terstruktur.

  4. Dokumentasi Kebutuhan Sistem: Semua kebutuhan sistem yang telah disepakati dirangkum dalam dokumen resmi untuk mendapatkan persetujuan sebelum pengembangan dimulai.

  5. Pengembangan Sistem:Ā Setelah seluruh kebutuhan disetujui, tim mulai melakukan proses integrasi dan penyesuaian sistem sesuai rencana yang telah dibuat.


Manfaat integrasi WMS Prieds dengan sistem ERP

Melakukan integrasi WMS Prieds dengan sistem ERP memiliki beragam manfaat bagi proses bisnis.

Setidaknya terdapat 5 manfaat yang akan didapat perusahaan dari proses integrasi WMS Prieds dengan sistem ERP yang sudah ada:

  1. Mengurangi Human Error: Integrasi data memastikan informasi antar departemen terhubung secara otomatis, mengurangi resiko kesalahan manual pada proses input.

  2. Meningkatkan Efisiensi Operasional:Ā Data otomatis tersambung antar sistem, sehingga menghemat waktu dan meningkatkan efektivitas operasional gudang.

  3. Menekan Pengeluaran Biaya: Melalui penerapan WMS dari Prieds perusahaan mendapat sistem yang lebih hemat dibandingkan menambah modul pada ERP, dengan fleksibilitas penyesuaian fitur.

  4. Kemampuan Integrasi dengan Beragam Sistem dan Perangkat Teknologi:Ā WMS PRIEDSĀ memiliki banyak kemungkinan untuk bisa diintegrasikan dengan berbagai teknologi terbaru yang dapat menunjang aktivitas manajemen gudang, seperti RFID atau barcode scanner.

  5. Mempercepat Proses Pengambilan Keputusan dan Meningkatkan Akurasi Saat Proses Reporting: Data operasional gudang yang akurat dan real-time dapat memudahkan penyusunan laporan, evaluasi kinerja, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.

Melakukan integrasi ERP dengan WMS Prieds memiliki banyak manfaat dan fungsi yang menunjang kinerja supply chain perusahaan. WMS Prieds menawarkan sistem yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan kebutuhan dari perusahaan Anda. Dengan fitur yang berlimpah, Anda dapat menikmati berbagai keuntungan dan manfaat bagi bisnis anda.

Untuk mempelajari fitur lain, proses integrasi dan dampak pada ekosistem supply chain dengan Penerapan Smart Warehouse Management System memiliki banyak keuntungan bagi bisnis tekstil Anda.Ā Pelajari lebih lanjutĀ danĀ konsultasikanĀ dengan tim ahli Prieds untuk dapatkan banyak keuntungan dengan menerapkan Smart Warehouse Management System pada bisnis Anda.

Logo Prieds

PT Solusi Kebutuhan Teknologi

PRIEDS is an Indonesian provider of supply chain management systems to improve business efficiency and integrated cloud-based (IoT) hardware.

COMPANY

Career

Partnership

FAQ

OFFICE

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Level 3 Unit 304, SCBD Jakarta Selatan DKI Jakarta 12190 Indonesia

CONTACT US

+62 813-8461-9071 (WA Chat)
hello@prieds.com
24 X 7 online support

2025 © PT Solusi Kebutuhan Teknologi 

Connect with Us

  • Instagram Prieds
  • LinkedIn Prieds
  • Facebook Prieds
  • YouTube Prieds
bottom of page