• Gabriel C Sudibyo

Pentingnya Manajemen Ritel berbasis Digital di Pasca Pandemi

Manajemen ritel adalah proses pengaturan faktor-faktor yang mempengaruhi perdagangan mulai dari produsen hingga ke tangan konsumen. Aplikasi bisnis menjadi salah satu cara otomatisasi manajemen ritel bagi banyak usaha, terutama bisnis skala menengah ke besar yang kompleks pengelolaannya.


Table of Content

Apa Saja Jenis Bisnis Ritel?

  1. berdasar kepemilikan

  2. berdasar jenis produk

  3. berdasar teknik pemasaran produk

Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Ritel

  1. Reputasi

  2. Harga

  3. Kualitas Barang

  4. Manfaat Barang

Fungsi Manajemen Ritel

  1. Koordinasi Stok

  2. Pemasaran Ritel

  3. Strategi dan Evaluasi Kinerja Bisnis Ritel

  4. Optimasi Modal

  5. Meminimalisir Risiko Kerugian

  6. Melancarkan Distribusi dan Stabilisasi Rantai Pasok


 

Apa Saja Jenis Bisnis Ritel?


Ritel biasanya digolongkan menjadi kategori berikut:



Ritel berdasar kepemilikan

Independen

Ritel ini dimiliki perseorangan dan dikelola secara mandiri. Biasanya toko berjalan tanpa bantuan orang lain, dari melayani pembeli, menjadi kasir, hingga membeli stok untuk dagangan toko.

Contoh: warung sembako, toko kelontong


Dealer

Kita sering mendengar kata “dealer mobil” dan lainnya. Dealer di sini berarti distributor yang memiliki izin khusus dari produsen tertentu untuk menjualkan produknya.

Contoh: dealer resmi smartphone atau suku cadang merk tertentu


Franchise

Berbeda dengan dealer, franchise atau waralaba ini menyewa izin untuk memakai nama, produk, dan manajemen dari perusahaan induk. Usaha ini kini banyak berdiri karena peritel dapat melakukan persaingan langsung dengan menjual produk yang terkenal di masyarakat.

Contoh: franchise fast food, franchise minimarket, kedai kopi brand tertentu



Skala usaha kecil

Ritel ini biasanya dikelola secara konvensional dan perorangan, memiliki volume penjualan rendah. Barang yang disediakan jumlahnya terbatas dan kadang khusus satu jenis kebutuhan saja, misal: pakaian, makanan, kerajinan.

Contoh: kios kecil di pasar atau terminal atau tempat wisata


Skala usaha besar

Ritel skala besar tidak hanya ditandai dengan volume penjualan yang tinggi, namun juga menarget sejumlah omzet. Toko biasanya memiliki banyak cabang, lengkap dengan kasir, etalase, dan fasilitas lainnya yang menyediakan barang dalam jumlah banyak dan bervariasi.

Contoh: supermarket, rantai pasok


Ritel berdasar jenis produk

Ritel yang berbasis produk (product retailing) juga kini telah berkembang pesat, dari waralaba yang berdiri di banyak lokasi strategis di pemukiman dan buka 24 jam hingga toko-toko dalam mall atau department store.


Toko serba ada

toserba terdiri dari beberapa divisi pada departemen, 20% di antaranya menjual pakaian dan peralatan rumah tangga dan mempekerjakan setidaknya 25 orang.

Specialty store

Ritel yang menjual barang spesifik ini secara khusus menjual sepatu olahraga, pakaian wanita, kacamata, dan banyak contoh lainnya.


Food and Drug Retailer

Minimarket (convenience store) yang menjual barang kebutuhan sehari-hari termasuk ritel jenis food and drug retailer. Ritel ini biasanya ditandai dengan adanya makanan atau obat-obatan yang tersusun rapi pada rak-rak dan pembayaran yang dilakukan di kasir.


Toko bisa bervariasi dari superstore (swalayan plus toserba yang menjual barang sehari-hari hingga pakaian), superdrug store, hingga skala kecil seperti warung sembako.


Ritel berdasar teknik pemasaran produk

In store retailing

Toko ritel yang penjualan dan pemasaran dilakukan dalam toko. Banyak toko konvensional yang menjalankan usahanya dengan hanya melayani pembeli yang datang ke toko namun tetap melakukan pengiriman atau layan antar.


Non store retailing

Banyak usaha ritel kini selain memajang produknya di toko online untuk menarik lebih banyak pembeli. Bahkan saat ini banyak penjual tidak memiliki toko secara fisik dan menjualkan produknya melalui internet (website atau marketplace) saja. Tidak sedikit toko yang berawal dari online dan memutuskan untuk membuka gerai di suatu tempat untuk menambah kepercayaan calon pembeli dan memudahkan mereka melihat produk secara langsung.



Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Ritel


Reputasi

Reputasi sebuah toko & tentang barang itu sendiri menjadi pertimbangan pertama bagi konsumen. Pembeli lebih percaya pada barang dengan reputasi yang baik, ini bisa menjadi taktik Anda selaku pelaku bisnis untuk menggencarkan review atau rate bintang toko Anda di google di zaman serba review internet sekarang. Tidak heran banyak brand (merk) kini rela membayar mahal untuk menjadikan selebriti dengan brand image yang baik untuk jadi brand ambassador, ataupun mensponsori reviewer untuk ulas produk.


Harga

Harga barang menjadi faktor kedua yang dipertimbangkan pembeli. Tidak serta merta ketika Anda pasang harga yang lebih murah menjadikan pembeli lebih memilih produk Anda. Selain dari image atau citra produk itu, kadangkala melabeli harga standar atau mahal dengan promo justru membuatnya lebih menarik!



Anda bisa lakukan manajemen promosi ini secara otomatis kini, dengan sistem pengelolaan ERP atau aplikasi bisnis yang dilengkapi dengan POS.

Tidak hanya manajemen promo, POS dari Prieds misalnya, biasanya juga telah dilengkapi dengan pembuatan dan pencatatan faktur jual/beli. POS memudahkan Anda lacak transaksi, stok, sehingga mengurangi risiko kerugian akibat pencurian kas ataupun kebocoran stok.


Baca juga: Cek Otomatis Stok dengan Sistem Manajemen Gudang (WMS)

Sudah Tahu Manfaat Point of Sales (POS)?


Kualitas Barang

Kualitas biasanya ditentukan dari seimbangnya antara harga dan reputasi. Konsumen menjustifikasi apakah harga sesuai dengan kualitas yang ditawarkan, yang biasanya penilaian dipengaruhi oleh reputasi brand tersebut.


Manfaat Barang

Konsumen jmenimbang-nimbang daya guna sebuah barang sebelum ia memutuskan untuk membeli. Saat ini manfaat sebuah barang tidak hanya secara fungsional yang benar-benar konsumen butuhkan, bisa jadi review atau testimoni mempengaruhi persepsi manfaat ini.


Fungsi Manajemen Ritel

Pengelolaan atau manajemen sebuah usaha membutuhkan kesinambungan dari bermacam kegiatan: pengadaan stok, penjualan, manajemen stok dan harga, serta pencatatan keuangan. Tiap-tiap kegiatan ini memiliki fungsinya dalam pengembangan bisnis Anda.


Koordinasi Stok

Bisa dikatakan koordinir stok gudang dan display menjadi kegiatan yang sangat berpengaruh pada usaha ritel Anda. Mulai dari atur tata letak barang sebaik mungkin dan meminimalisir stok kosong, bisnis ritel bergantung pada ketersediaan stok.


Koordinasi ini dapat dengan mudah dimonitor dengan support dari aplikasi bisnis dimana Anda dapat update secara real time ketersediaan stok Anda, pergerakannya, dan pencatatan detail faktur jual/beli. Dengan bantuan sistem semacam ini, urusan stok ritel Anda dapat lebih terkontrol dan terpantau tanpa banyak usaha dan energi.


Pemasaran Ritel

Sebagai pelaku bisnis, Anda tentu perlu membuat strategi pemasaran dan penjualan, salah satunya dengan mengenali betul customer target penjualan produk kita. Anda bisa melakukan profiling terhadap konsumen-konsumen loyal Anda untuk mensegmentasi pasar dengan customer management ini. Dengan database yang lengkap mengenai data pelanggaan, Anda bisa melihat gaya belanja mereka dan rentang harga per transaksi. Anda bisa gunakan data ini untuk menyasar konsumen serupa yang belum terjaring dan memperluas area cakupan pemasaran produk Anda.


Strategi dan Evaluasi Kinerja Bisnis Ritel

Menggunakan aplikasi bisnis yang lengkap, mulai dari manajemen stok, POS yang mencakup laporan hutang/piutang dan rekap transaksi, ditambah dengan database customer, dapat membantu Anda menganalisis performa perusahaan dan jangkauan pasar.


Pencatatan jual/beli otomatis memudahkan Anda melihat produk mana yang lebih laku, sehingga menjadi dasar analisis kemampuan pasar: tingkat finansial rumah tangga yang mengkonsumsi, rata-rata pengeluaran yang dimungkinkan per individu untuk berbelanja, peta domestik pelanggan Anda, dan sebagainya.


Optimasi Modal

Pengelolaan modal yang cermat membuat Anda dapat mengalokasikan budget pengadaan barang untuk mendapatkan profit semaksimal mungkin. Dengan target yang jelas, Anda bisa menentukan patokan nominal yang perlu Anda capai, cara mencapainya, dan target omzet di masa depan.


Baca juga: Modal Usaha Bisnis UMKM dan Pengelolaan Keuangan yang Baik


Meminimalisir Risiko Kerugian

Rencanakan pengembangan bisnis dengan memprioritaskan barang yang laku dan mengalokasikan laba untuk menambah variasi produk. Kebiasaan konsumen Indonesia adalah mendapatkan one-stop service, semakin lengkap produk Anda, semakin positif respon konsumen terhadap toko Anda.


Konstannya angka pelanggan dan mengutamakan lini produk yang laku juga meminimalisir risiko kerugian bisnis retail Anda.



Melancarkan Distribusi dan Stabilisasi Rantai Pasok

Sistem ERP juga memudahkan pengadaan stok Anda dengan adanya data supplier atau rantai pasok untuk tiap-tiap SKU Anda. Dengan melancarkan melancarkan arus distribusi penjualan di pasar domestik, Anda dapat menjamin stabilnya arus rantai pasok Anda.


Secara efektif mempertahankan citra pelanggan terhadap Anda karena jarangnya stok kosong yang berkelanjutan, yang berpotensi membuat pelanggan Anda mencari alternatif toko lain.


Baca juga: Prieds x Shipper.id : Menjawab Efisiensi Rantai Pasok dan Supply Chain Management


Usaha ritel saat ini telah mencakup berbagai macam jenis produk. Banyaknya variasi SKU dan kompleksitas pengelolaan dari pengadaan hingga barang siap beli di tangan konsumen ini dapat dimudahkan jika Anda menggunakan sistem aplikasi bisnis all-in-one seperti yang telah disinggung di fungsi manajemen ritel!


Jika Anda penasaran dengan bagaimana sistem ini dapat membantu usaha Anda secara seamless, Anda bisa coba gratis dulu untuk pastikan aplikasi ini sungguh sesuai untuk kebutuhan perusahaan.




77 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua