top of page

Load Completion Time: Pengertian, Fungsi, Tips Pengelolaan & Optimalisasi

Kecepatan dan akurasi selama proses outbound berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan konsumen dan efisiensi manajemen gudang. Salah satu indikator banyak digunakan untuk mengukur efektivitas proses loading dalam gudang yaitu adalah Load Completion Time.


Proses loading barang yang terlalu lama dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman, antrean kendaraan di loading dock, peningkatan biaya operasional, hingga menurunnya efisiensi manajemen gudang. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengukur Load Completion Time secara menyeluruh, serta menerapkan strategi dan teknologi yang tepat untuk mengelola waktu loading barang secara optimal.


Load Completion Time dalam Gudang

Pengertian Load Completion Time dalam Gudang

Load Completion Time merupakan indikator untuk mengukur waktu yang dibutuhkan sejak proses loading barang ke kendaraan dimulai hingga seluruh muatan selesai dimuat dan siap untuk diberangkatkan. Indikator ini juga dapat diterapkan saat proses penerimaan barang, dimana waktu bongkar dari kendaraan pengiriman dihitung hingga barang berhasil dimuat ke dalam gudang.


Perhitungan Load Completion Time umumnya mencakup persiapan barang di area staging, proses pemindahan barang dari atau ke kendaraan, verifikasi jumlah dan jenis barang, konfirmasi akhir sebelum kendaraan meninggalkan dock. Semakin singkat dan konsisten Load Completion Time, maka menunjukkan bahwa semakin efisien proses inbound atau outbound gudang.


Fungsi Load Completion Time dalam Gudang

Mengukur Load Completion Time memiliki beberapa fungsi penting bagi perusahaan untuk dapat mengoptimalkan manajemen gudang, diantaranya seperti:


1. Mengukur Efisiensi Proses Outbound

Load Completion Time menjadi indikator untuk mengukur kecepatan staf gudang dalamĀ  menyelesaikan proses outbound sesuai dengan rencana pengiriman yang telah ditetapkan.


2. Mengurangi Hambatan di Loading Dock

Dengan waktu loading yang terkontrol, antrean truk dapat dihindari sehingga aktivitas inbound dan outbound tidak terganggu. Hal ini juga berpengaruh pada optimalisasi proses outbound agar alur pergerakan tidak terhambat dan menumpuk.


3. Meningkatkan Ketepatan Jadwal Pengiriman

Load Completion Time yang stabil dan rendah dapat membantu perusahaan untuk memastikan pengiriman barang dilakukan sesuai dengan jadwal. Dengan begitu, perusahaan juga dapat meningkatkan kepuasan konsumen.


4. Efisiensi Biaya Operasional

Proses loading yang terlalu lama dapat mengakibatkan biaya tenaga kerja, biaya sewa armada, dan biaya operasional lain meningkat. Dengan memperhatikan Load Completion Time, perusahaan dapat mengidentifikasi dan memperbaiki titik yang menyebabkan hambatan selama proses outbound


5. Monitoring dan Evaluasi Operasional Gudang

Data Load Completion Time dapat digunakan sebagai bahan untuk melakukan monitoring dan evaluasi performa operasional gudang. Dengan memperhatikan indikator ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi saat proses outbound berlangsung.


Tips Pengelolaan Load Completion Time yang Efektif

Agar Load Completion Time dalam pengelolaan gudang semakin optimal dan terkendali, perusahaan dapat menerapkan beberapa tips berikut:


1. Standarisasi Proses Loading

Tetapkan SOP loading yang jelas dan konsisten pada seluruh proses pengelolaan gudang, termasuk proses loading, mulai dari urutan muatan, metode handling, hingga proses verifikasi.


2. Penjadwalan Loading yang Terstruktur

Atur jadwal loading berdasarkan prioritas pengiriman dan kapasitas dock untuk menghindari penumpukan barang maupun kendaraan pengiriman di area outbound.


3. Penataan Area Staging yang Efisien

Pastikan setiap barang siap dimuat ke kendaraan pengiriman sudah tersusun rapi dan dikelompokkan sesuai rute atau kendaraan di staging area sebelum proses loading dimulai.


4. Memberikan Pelatihan Staf Gudang

Agar setiap staf memahami prosedur operasional gudang yang optimal, perusahaan dapat memberikan pelatihan secara rutin untuk meningkatkan keterampilan staf gudang, agar proses loading dapat dilakukan dengan cepat tanpa mengurangi akurasi dan keselamatan.


5. Monitoring dan Evaluasi Kinerja Berkala

Lakukan monitoring terhadap pengelolaan gudang dan evaluasi Load Completion Time secara rutin agar perusahaan dapat dengan mudah untuk mengidentifikasi hambatan dan menerapkan langkah perbaikan dengan cepat dan tepat.


Peran WMS dan RFID dalam Mengoptimalkan Load Completion Time

Penerapan RFID (Radio Frequency Identification) dan Warehouse Management System (WMS)Ā  dapat menjadi solusi untuk mempercepat dan menstabilkan Load Completion Time. Berikut peran dari teknologi ini dalam proses loading:


1. Pelacakan Otomatis Tanpa Pemindaian Manual

RFID dapat membantu perusahaan untuk melakukan pengecekan barang secara otomatis saat melewati area loading. Informasi ini akan langsung terkirim ke WMS, sehingga proses pencatatan stok dilakukan secara otomatis, akurat dan cepat.


2. Verifikasi Muatan Secara Real-Time

Penerapan teknologi RFID dan WMS membantu perusahaan untuk memastikan setiap barang yang dimuat sesuai dengan pesanan dan kendaraan tujuan. Hal ini tentu akan mengurangi waktu pengecekan ulang dan meningkatkan Load Completion Time.


3. Pemantauan Proses Loading Secara Langsung

WMS dan RFID dapat menampilkan status loading secara real-time. Hal ini tentu akan membantu perusahaan untuk memantau progres dan mengambil tindakan cepat jika terjadi keterlambatan maupun kendala selama proses loading berlangsung.


4. Menghindari Kesalahan saat Proses Outbound

Kesalahan muatan dapat terdeteksi lebih awal melalui penggunaan RFID dan WMS. Hal ini membuat perusahaan dapat mengambil langkah perbaikan dengan cepat, sehingga tidak perlu bongkar ulang yang dapat memperpanjang Load Completion Time.


5. Monitoring dan Analisis Performa Operasional Gudang

Seluruh data Load Completion Time akan tersimpan pada WMS, sehingga perusahaan dapat mengawasi seluruh proses operasional gudang, termasuk proses outbound stok dan mengidentifikasi pola keterlambatan, evaluasi kinerja tim, serta perencanaan perbaikan untuk meningkatkan Load Completion Time.


Dapatkan Load Completion Time yang Optimal dengan RFID dan WMS Prieds

Load Completion Time merupakan salah satu indikator penting dalam manajemen gudang yang berhubungan langsung dengan kecepatan pengiriman, efisiensi operasional, dan kepuasan konsumen. Dengan pengelolaan yang baik serta penerapan teknologi RFID dan WMS, perusahaan dapat mempercepat proses loading, meningkatkan akurasi, dan menciptakan alur outbound yang lebih responsif dan terukur.


Sebagai penyedia RFID, Prieds menawarkan perangkat yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam meningkatkan Load Completion Time dengan optimal. Teknologi ini mendukung pencatatan stok yang akurat, pelacakan persediaan di area outbound secara real-time, memastikan proses perpindahan stok berjalan dengan cepat dan tepat, serta mengotomatisasi proses pengelolaan stok gudang secara keseluruhan.


RFID dari PriedsĀ dapat diintegrasikan dengan WMS, sehingga memberikan perusahaan fleksibilitas dan kemudahan untuk meningkatkan Load Completion Time dengan optimal. KonsultasiĀ dengan tim ahli Prieds untuk mengetahui solusi teknologi RFID dan sistem yang tepat bagi bisnis Anda.

Logo Prieds

PT Solusi Kebutuhan Teknologi

PRIEDS is an Indonesian provider of supply chain management systems to improve business efficiency and integrated cloud-based (IoT) hardware.

COMPANY

Career

Partnership

FAQ

OFFICE

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Level 3 Unit 304, SCBD Jakarta Selatan DKI Jakarta 12190 Indonesia

CONTACT US

+62 813-8461-9071 (WA Chat)
hello@prieds.com
24 X 7 online support

2025 © PT Solusi Kebutuhan Teknologi 

Connect with Us

  • Instagram Prieds
  • LinkedIn Prieds
  • Facebook Prieds
  • YouTube Prieds
bottom of page