Staging Area: Definisi, Fungsi, Jenis dan Tips Optimalisasinya
- Kevin Ramadhani
- 10 jam yang lalu
- 4 menit membaca
Alur pergerakan yang efisien dalam gudang merupakan salah satu faktor penting untuk meraih proses manajemen inventory yang optimal. Untuk dapat memastikan pergerakan barang yang efisien , perusahaan perlu menata layout dan membagi area gudang sesuai dengan kebutuhan, salah satunya yaitu Staging Area.
Staging Area berfungsi sebagai titik persiapan sementara sebelum barang berpindah ke proses berikutnya, baik saat penerimaan sebelum dilakukan proses putaway, maupun menuju pengiriman (outbound). Tanpa pengelolaan yang baik, area ini bisa menjadi salah satu sumber hambatan dalam manajemen inventory, penumpukan barang, hingga kesalahan pengiriman.

Definisi Staging Area dalam Manajemen Inventory
Staging Area merupakan area khusus di dalam gudang yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang sementara, sebelum diproses ke tahap berikutnya dilakukan, seperti, pengiriman ke pelanggan, konsolidasi pesanan, proses loading ke kendaraan, maupun sebelum proses putaway.
Staging Area biasanya disiapkan di dekat loading dock, area inbound ataupun area outbound agar proses pemindahan barang menjadi lebih cepat dan efisien. Selain itu, perusahaan juga dapat memanfaatkan area ini untuk melakukan quality control pada setiap barang.
Fungsi Staging Area dalam Manajemen Inventory
Staging Area merupakan salah satu area penting dalam gudang yang memiliki beberapa fungsi penting dalam menjaga kelancaran manajemen inventory, antara lain seperti:
1. Menjembatani Proses Inbound maupun Outbound
Barang yang diterima perusahaan perlu dikumpulkan pada Staging Area sebelum proses putaway dilakukan. Begitu pula pada barang yang telah di picking dan dikemas kemudian dikumpulkan di Staging Area sebelum dilakukan proses pengecekan dan pengiriman.
2. Konsolidasi Pesanan
Pesanan dari berbagai zona picking dapat digabungkan terlebih dahulu untuk proses pengecekan akhir sebelum dikirim. Hal ini dapat memperlancar proses pengiriman barang dengan berbagai jenis maupun tujuan.
3. Menghindari Penumpukkan di Loading Dock
Dengan menyiapkan Staging Area dalam gudang, perusahaan dapat menghindari penumpukkan barang di area loading sehingga proses bongkar muat lebih efisien dan tepat.
4. Memudahkan Quality Control dan Verifikasi
Staging Area juga dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan barang terakhir seperti pengecekan jumlah, kondisi barang, dan kecocokan dokumen sebelum barang diproses lebih lanjut, baik untuk putaway maupun loading ke kendaraan pengiriman.
5. Meningkatkan Kecepatan Proses Outbound
Barang yang sudah siap kirim dan telah melalui tahap pengecekan akhir dapat langsung dimuat ke kendaraan pengiriman tanpa harus menunggu proses lain selesai.
Jenis-Jenis Staging Area dalam Manajemen Inventory
Dalam proses manajemen inventory, Staging Area dapat dibagi berdasarkan fungsi dan kebutuhan operasional perusahaan, antara lain seperti:
1. Outbound Staging Area
Staging Area dapat dipergunakan untuk proses outbound, dimana area ini digunakan untuk persiapan barang sebelum pengiriman ke pelanggan, baik untuk pengecekan akhir atau pengumpulan barang sesuai area pengiriman.
2. Inbound Staging Area
Staging Area juga dapat digunakan dalam proses inbound dimana area ini dipakai untuk menampung barang yang baru diterima sebelum disimpan atau diproses lebih lanjut.
3. Cross Dock Staging Area
Jenis Staging Area terakhir yaitu difungsikan untuk cross docking, dimana area ini menyimpan barang yang langsung dipindahkan dari inbound ke outbound tanpa perlu disimpan dan diproses dalam gudang.
Tips Pengelolaan Staging Area yang Optimal
Agar penggunaan Staging Area dalam manajemen inventory menjadi optimal, perusahaan dapat menerapkan beberapa tips pengelolaan berikut:
1. Tentukan Kapasitas dan Layout yang Konsisten
Sesuaikan luas Staging Area dengan volume inbound ataupun outbound harian dan atur layout berdasarkan kebutuhan operasional, seperti jenis pengiriman atau rute distribusi.
2. Menggunakan Label di Setiap Area
Agar tidak menghambat pengelolaan barang, sebaiknya Staging Area diberi label untuk memisahkan wilayah berdasarkan proses, seperti ekspedisi, tujuan pengiriman atau waktu pengiriman.
3. Batasi Waktu Penyimpanan Barang
Agar tidak terjadi penumpukkan barang di Staging Area, perusahaan perlu menetapkan standar waktu penggunaan area ini. Dengan begitu alur pergerakan barang menjadi lebih efisien.
4. Standarisasi Proses Operasional
Buat SOP yang jelas dan konsisten untuk seluruh proses manajemen inventory, mulai dari barang masuk ke gudang hingga pengiriman, termasuk juga penggunaan Staging Area.
5. Gunakan dengan Sistem Digital
Proses manajemen inventory yang dilakukan secara manual dapat menghambat operasional secara keseluruhan. Untuk itu, perusahaan perlu menerapkan teknologi seperti Sistem Inventory untuk mengatur pengelolaan barang, termasuk penggunaan Staging Area.
Optimalisasi Staging Area dengan Sistem Inventory
Penerapan Sistem Inventory dapat membantu perusahaan untuk mengelola Staging Area dengan efisien. Berikut beberapa peran dari teknologi ini untuk mengoptimalkan penggunaan Staging Area:
1. Visibilitas Status Barang Secara Real-Time
Sistem Inventory dapat menampilkan status pengelolaan dari setiap barang dalam gudang, baik dalam picking, sudah di-staging, siap dikirim, atau sudah terkirim.
2. Pengaturan Lokasi Staging Otomatis
Sistem Inventory juga dapat menentukan lokasi Staging Area sesuai dengan kebutuhan manajemen inventory, berdasarkan rute pengiriman, prioritas order hingga jenis kendaraan.
3. Konsolidasi Pesanan Lebih Akurat
Dengan menggunakan Sistem Inventory, perusahaan dapat mengelompokkan barang dari berbagai zona picking di satu pesanan tanpa kesalahan. Hal ini akan berdampak pada pemenuhan pesanan yang cepat dan tepat.
4. Pengendalian Kapasitas Staging Area
Perusahaan juga dapat menjaga Staging Area agar digunakan secara optimal tanpa terjadi penumpukan barang dari Sistem Inventory. Dengan begitu, proses manajemen inventory dapat berjalan dengan efisien..
5. Sinkronisasi dengan Proses Loading dan Shipping
Data di Sistem Inventory dapat dihubungkan dengan sistem pengiriman, sehingga jadwal pengiriman, barang yang siap dikirim dan tujuan dapat terlacak secara menyeluruh dan memastikan seluruh barang di Staging Area sudah siap kirim.
6. Monitoring dan Evaluasi Manajemen Inventory
Sistem Inventory dapat meningkatkan visibilitas perusahaan terhadap seluruh proses manajemen inventory, dan mencatat seluruh data secara lengkap dan akurat. Informasi ini dapat digunakan untuk mengevaluasi operasional gudang, seperti waktu rata-rata barang di Staging Area, tingkat keterlambatan outbound hingga penggunaan area staging.
Dapatkan Pengelolaan Staging Area yang Optimal dengan Sistem Inventory Prieds
Staging Area merupakan bagian penting dalam gudang yang berfungsi sebagai titik persiapan dan pengendalian alur barang. Tanpa pengelolaan yang baik, area ini justru dapat mengakibatkan keterlambatan pengiriman, proses manajemen inventory yang lambat ataupun kesalahan pemenuhan pesanan.
Dengan strategi pengelolaan yang baik serta dukungan Sistem Inventory, penggunaan Staging Area dapat dioptimalkan sehingga proses pengelolaan barang dalam gudang menjadi lebih efisien dan akurat..
Sebagai penyedia Sistem Inventory, Prieds menawarkan perangkat yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengelola Staging Area dalam gudang. Sistem ini mendukung pencatatan stok yang akurat, pelacakan barang secara real-time, hingga memastikan seluruh proses manajemen inventory dilakukan dengan efisien dan tepat..
Sistem Inventory Prieds juga dapat diintegrasikan dengan RFID, sehingga memberikan perusahaan fleksibilitas dan kemudahan untuk mengelola Staging Area dalam gudang. Konsultasi dengan tim ahli Prieds untuk mengetahui solusi software yang tepat bagi bisnis Anda.


