Stock Value Leakage: Arti, Fungsi, Penyebab, Dampak & Cara Optimalisasinya
- Kevin Ramadhani

- 4 hari yang lalu
- 4 menit membaca
Nilai dari sebuah persediaan tidak hanya ditentukan oleh jumlah stok yang tersedia, tetapi juga oleh seberapa efektif stok tersebut dikelola. Banyak perusahaan mengalami penurunan nilai stok secara bertahap akibat dari kesalahan pengelolaan persediaan, proses yang tidak efisien, atau kurangnya visibilitas.Ā
Kondisi ini yang disebut sebagai Stock Value Leakage, sebuah permasalahan penting dalam pengelolaan persediaan yang dapat menurunkan keuntungan perusahaan jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Arti Stock Value Leakage dalam Pengelolaan Persediaan
Stock Value Leakage merupakan sebuah kondisi dimana nilai ekonomi dari persediaan menurun atau ābocorā akibat faktor operasional maupun administratif. Penurunan nilai ini dapat berupa seperti kehilangan fisik barang, barang rusak, kadaluarsa, salah pencatatan, atau stok yang terlalu lama tersimpan dan memiliki tingkat perputaran sangat rendah.
Fungsi Memahami Stock Value Leakage
Memahami Stock Value Leakage secara menyeluruh memiliki fungsi penting dalam menjaga efisiensi pengelolaan persediaan, seperti:
1. Menjaga Nilai Persediaan
Dengan memahami Stock Value Leakage, perusahaan dapat memantau penurunan nilai barang, dan memastikan bahwa stok yang dimiliki tetap memberikan kontribusi maksimal terhadap keuntungan.
2. Perencanaan Inventory lebih Akurat
Mengelola penurunan nilai stok juga berdampak pada menghasilkan data inventory yang akurat, sehingga perusahaan dapat melakukan perencanaan replenishment dengan lebih tepat, menghindari terjadinya resiko penurunan nilai barang.
3. Mengoptimalkan Arus Kas Perusahaan
Dengan memahami pengelolaan Stock Value Leakage, perusahaan dapat melakukan pengurangan jumlah stok bernilai rendah atau tidak produktif dan mengalokasikan modal kerja secara optimal pada stok dengan permintaan tinggi untuk menjaga perputaran kas.
4. Mengurangi Risiko Kerugian Operasional
Dengan meminimalkan penurunan nilai stok akibat kerusakan, kadaluarsa, atau hilang, perusahaan dapat mengurangi potensi kerugian operasional yang berdampak langsung pada keuntungan.
Penyebab Terjadinya Stock Value Leakage dalam Pengelolaan Persediaan
Stock Value Leakage dapat terjadi dalam proses pengelolaan persediaan dikarenakan oleh berbagai faktor berikut:
1. Overstock dan Slow Moving Stock
Menyimpan stok berlebih yang tidak segera terjual menyebabkan penumpukan dan memicu terjadinya penurunan nilai akibat perubahan tren, teknologi, atau kadaluarsa.
2. Data Inventory tidak Akurat
Perbedaan selisih jumlah antara stok fisik dan catatan dapat menyebabkan kesalahan penilaian nilai persediaan dan potensi kehilangan barang yang tidak terdeteksi.
3. Kerusakan dan Penanganan Barang yang Tidak Tepat
Penanganan barang dan tata letak gudang yang kurang baik dapat mempengaruhi kualitas barang dan menyebabkan barang rusak, cacat, atau hilang sehingga menurunkan nilai stok.
4. Shrinkage dan Kehilangan Stok
Pencurian, kesalahan pengambilan, atau kehilangan selama proses pengelolaan persediaan juga dapat memicu terjadinya penurunan nilai nilai stok dan mengakibatkan kerugian bisnis.
Dampak dari Stock Value Leakage yang Tidak Diatasi
Jika Stock Value Leakage tidak segera ditangani, maka akan dapat berdampak negatif bagi proses pengelolaan persediaan, seperti:
1. Menurunnya Margin Keuntungan
Stock Value Leakage dapat menyebabkan barang yang seharusnya bernilai tinggi menjadi rusak, kadaluarsa, atau hilang, sehingga mengurangi potensi keuntungan perusahaan.
2. Biaya Operasional Meningkat
Kehilangan stok membuat perusahaan perlu mengeluarkan biaya operasional tambahan untuk mengganti barang yang hilang atau rusak, hal ini tentu juga akan berpengaruh pada nilai stok yang hilang atau rusak tersebut, karena margin keuntungan semakin berkurang.
3. Perencanaan Replenishment Terhambat
Stock Value Leakage membuat data persediaan menjadi tidak akurat, dan berdampak pada gangguan perencanaan replenishment, memicu pemborosan biaya dan overstock.
4. Pengambilan Keputusan Bisnis Tidak Tepat
Akibat Stock Value Leakage yang tidak diatasi berdampak pada proses pengambilan keputusan bisnis yang kurang tepat. hal ini dikarenakan data yang kurang akurat dan berpotensi merugikan perusahaan dalam jangka panjang.
Tips Pengelolaan Stock Value Leakage yang Efektif
Untuk mengurangi risiko kebocoran nilai stok, perusahaan dapat menerapkan beberapa tips berikut:
1. Monitoring Pergerakan Stok
Pemantauan rutin terhadap pergerakan stok dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi barang yang berpotensi mengalami penurunan nilai dan menekan terjadinya penurunan nilai barang.
2. Penyesuaian Kebijakan Replenishment
Dengan melakukan pemantauan stok, perusahaan mendapat data akurat yang berguna untuk menyesuaikan jumlah dan frekuensi replenishment berdasarkan data aktual permintaan. Selain itu, hal ini juga dapat mencegah overstock dan out of stock.
3. Melakukan Stock Opname Berkala
Melakukan pencatatan stok atau stock opname secara rutin dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan visibilitas terhadap persediaan dan membantu mendeteksi selisih stok lebih awal, sehingga tindakan perbaikan dapat segera dilakukan.
4. Optimalisasi Tata Letak Gudang
Penempatan barang dalam gudang perlu dilakukan dengan memperhatikan tingkat permintaan, dan sesuai dengan cara penanganan stok. Hal ini dapat membantu mengurangi resiko kerusakan dan kehilangan barang yang berdampak pada penurunan nilai stok.
Peran Sistem WMS dan Teknologi RFID dalam Mencegah Stock Value Leakage
Penggunaan teknologi RFID dan Sistem WMS memungkinkan perusahaan untuk mengelola Stock Value Leakage secara lebih efektif dan terukur. Beberapa peran dari teknologi ini dalam menjaga nilai barang yaitu seperti:
1. Pelacakan Otomatis dan Akurat
Teknologi RFID dan Sistem WMS memungkinkan perusahaan untuk melacak stok secara otomatis, sekaligus mencatat setiap pergerakan barang secara real-time, sehingga sumber kebocoran nilai stok dapat diatasi dengan cepat.
2. Pemantauan Kondisi dan Status Stok
Dengan Teknologi RFID dan Sistem WMS, perusahaan dapat memantau status dan kondisi barang secara lengkap dan akurat, sehingga barang yang mendekati masa kadaluarsa atau berpotensi menurun nilainya dapat segera ditindaklanjuti.
3. Pengelolaan Data Riwayat Pergerakan
Setiap item dapat terlacak secara detail lokasi dan riwayat pergerakannya melalui Sistem WMS dan Teknologi RFID. Hal ini memudahkan perusahaan untukĀ mengidentifikasi titik rawan penyebab penurunan nilai stok atau kendala dalam pengelolaan persediaan.
4. Analisis Kinerja Pengelolaan Persediaan
Data lengkap dan akurat yang dihasilkan dari Teknologi RFID dan Sistem WMS memungkinkan perusahaan untuk melakukan analisis kinerja pengelolaan persediaan secara keseluruhan, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan perputaran barang.
5. Meminimalisir Resiko Kehilangan dan Kesalahan
Dengan visibilitas menyeluruh terhadap operasional gudang, perusahaan dapat menekan resiko kehilangan, pencurian, serta kesalahan pengambilan barang, sehingga nilai dan kualitas stok tetap terjaga.
Kelola Stock Value Leakage dengan Efektif melalui Teknologi RFID dan Sistem WMS Prieds
Stock Value Leakage merupakan tantangan dalam pengelolaan persediaan yang sering kali tidak disadari hingga berdampak besar pada pengeluaran operasional. Dengan pengelolaan yang tepat serta dukungan Teknologi RFID dan Sistem WMS, perusahaan dapat menekan penurunan nilai barang dan meningkatkan keuntungan perusahaan.
Sebagai penyedia Teknologi RFID, Prieds menawarkan perangkat yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengelola Stock Value Leakage. Teknologi ini mendukung perencanaan stok yang akurat, pelacakan barang secara real-time, memastikan pengelolaan produk secara tepat, dan mengotomatisasi proses pengelolaan persediaan.
Teknologi RFID dari PriedsĀ dapat diintegrasikan dengan Sistem MS, sehingga memberikan perusahaan fleksibilitas dan kemudahan untuk mengelola dan mengurangi Stock Value Leakage dalam gudang. KonsultasiĀ dengan tim ahli Prieds untuk mengetahui solusi teknologi RFID dan sistem yang tepat bagi bisnis Anda.





