• kevramadhani

Fungsi Average Inventory bagi Manajemen Gudang

Diperbarui: 24 Nov

Memiliki sistem kelola persediaan stok barang merupakan modal bagi bisnis untuk dapat berkembang. Penting bagi manajemen gudang perusahaan untuk menjaga jumlah stok barang pada gudang agar tidak kehabisan maupun kedaluwarsa.


Dengan mengukur average inventory, perusahaan dapat memantau tingkat stok barang serta mengelola aliran persediaan pada gudang. Perusahaan yang mampu untuk memantau dan mengelola stok barang dengan baik, akan lebih mudah untuk dapat meningkatkan penjualan dan mengembangkan bisnis. Untuk itu, penting bagi perusahaan untuk memantau KPI dari manajemen gudang, salah satunya average inventory.


Apa itu Average Inventory?

Pengertian Average Inventory

Average inventory merupakan hasil perhitungan yang digunakan untuk melihat perkiraan persediaan stok barang yang dimiliki pada periode waktu tertentu. Umumnya, average inventory dihitung dengan cara menambahkan jumlah persediaan stok barang pada periode awal ke saldo persediaan stok barang periode akhir, yang kemudian dibagi dengan jumlah periode yang telah ditentukan.


Penerapan average inventory pada perusahaan biasanya dilakukan pada akhir bulan. Namun, kelemahan menghitung dengan periode akhir bulan yaitu hasil perhitungan dapat berubah apabila terjadi pengiriman permintaan stok barang akhir bulan ataupun lonjakan stok keluar.


Perhitungan average inventory dapat digunakan secara bersama dengan laporan pendapatan per periode tertentu untuk menunjukkan jumlah persediaan stok barang yang dibutuhkan perusahaan untuk mendukung penjualan.


Cara menghitung Average Inventory

Formula untuk mengukur average inventory yaitu dengan menjumlahkan nilai persediaan stok barang tiap periode kemudian dibagi dengan total jumlah periode. Berikut cara menghitung average inventory jika dituliskan dalam bentuk rumus :


Average Inventory = (Inventory N1 + Inventory N2 + Inventory N3…) / Total jumlah N

Melihat dari rumus perhitungan diatas, terdapat beberapa aspek yang dapat di ubah sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Yang pertama, yaitu “Inventory N” atau jumlah persediaan pada periode tertentu (N). Yang kedua, yaitu “Total jumlah N” atau jumlah dari periode yang ingin diukur. Rentang waktu periode dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, sehingga perusahaan dapat mengetahui rata-rata kebutuhan stok barang baik harian, mingguan, bulanan hingga tahunan.


Perlu diperhatikan bahwa penjumlahan inventory yang ingin diukur wajib pada rentang waktu yang sama, dan juga total jumlah periode harus selaras dengan inventory per periode yang akan dihitung. Jika tidak, maka hasil perhitungan average inventory menjadi salah dan tidak dapat digunakan.


Baca Juga:

  1. Manfaat Day Sales of Inventory dalam mengukur kinerja Supply Chain

  2. Kembangkan Bisnis Anda dengan menerapkan Inventory Forecasting

  3. WMS Prieds: Tingkatkan efisiensi ekosistem supply chain


Fungsi mengukur Average Inventory bagi Manajemen Gudang

Fungsi average inventory bagi manajemen gudang

Hasil dari penghitungan average inventory memiliki beberapa fungsi yang dapat digunakan untuk mengukur beberapa indikator lain. Berikut dua indikator yang dapat diukur dengan mengetahui hasil average inventory :


Dapat mengukur rasio untuk melakukan pengadaan stok barang pada periode tertentu

Hasil average inventory dapat digunakan oleh perusahan untuk mengukur waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk melakukan pembelian stok barang pada periode tertentu. Caranya yaitu dengan membagi nilai average inventory dengan biaya persediaan stok barang yang terjual. Perhitungan berikut memberikan gambaran bagi perusahaan untuk mengetahui berapa kali pengadaan stok barang perlu dilakukan selama periode tertentu.


Mengetahui waktu penyimpanan stok barang sebelum terjual

Perhitungan ini menggunakan inventory turnover untuk menentukan berapa lama item tetap dalam persediaan sebelum dijual. Perusahaan dapat mengetahui periode average inventory dengan membagi periode tertentu dengan rasio inventory turnover pada periode yang sama.


Contohnya, jika rasio inventory turnover tahunan perusahaan adalah 7,5, maka untuk mengetahui periode average inventory per hari dapat dihitung dengan membagi 365 dengan 7,5 yang hasilnya 48,67. Berarti, lama waktu yang dibutuhkan untuk menyimpan stok barang sebelum terjual rata-rata pada 48,67 hari. Dari hasil tersebut, perusahaan dapat melakukan evaluasi dan optimalisasi dari segi penjualan apabila hasil periode average inventory dirasa terlalu lama.


Hitung Average Inventory dengan mudah melalui Aplikasi Manajemen Pergudangan Prieds

Hitung Average Inventory lebih mudah dengan Aplikasi Manajemen Gudang Prieds

Dalam melakukan manajemen pergudangan, tentu perusahaan berupaya untuk dapat memaksimalkan hasil yang diraih sekaligus menekan biaya operasional yang dibutuhkan. Beberapa biaya operasional pada gudang diantaranya, waktu penyimpanan pada gudang, nilai stok barang yang ada pada gudang dan pengadaan stok barang.


Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perusahaan dapat mengukur average inventory pada manajemen gudang. Dengan aplikasi manajemen gudang Prieds, perusahaan dapat lebih cepat dan akurat dalam mengukur indikator pada proses gudang. Selain itu, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan biaya pada gudang dengan tetap berfokus pada peningkatan penghasilan.


Sebagai startup penyedia Software Manajemen Gudang, Prieds Technology hadir sebagai solusi manajemen pergudangan perusahaan melalui software yang dapat terhubung dengan hardware melalui teknologi IoT dan WMS. Beragam kelebihan yang ditawarkan oleh Aplikasi pergudangan Prieds dapat membantu bisnis anda untuk melakukan reporting secara efisien, efektif dan akurat.


Anda dapat mempelajari lebih lanjut terkait solusi manajemen pergudangan melalui konsultasi dengan tim ahli Prieds. Dapatkan solusi tepat dan banyak keuntungan dengan menerapkan Aplikasi Manajemen Pergudangan Prieds pada bisnis Anda.

7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua