• kevramadhani

Cara mengatasi permasalahan pada proses Manajemen Distribusi

Diperbarui: 3 Nov

Proses distribusi pada perusahaan bertujuan untuk dapat menjangkau konsumen dan pasar yang lebih luas. Seiring dengan meningkatnya jumlah konsumen, aktivitas distribusi menjadi semakin kompleks dan dapat memicu beragam permasalahan.


Penggunaan teknologi dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan proses distribusi agar lebih efisien, efektif dan akurat. Namun pada praktiknya, beberapa permasalahan belum terselesaikan meskipun dengan bantuan teknologi. Hal ini dikarenakan resiko yang meningkat seiring luasnya proses distribusi.


Permasalahan yang umum terjadi pada Proses Manajemen Distribusi

Kompleksnya proses distribusi membuat perusahaan dihadapkan dengan banyak tantangan dan permasalahan. Identifikasi permasalahan proses distribusi perlu dilakukan agar perusahaan dapat menentukan solusi yang tepat. Berikut beberapa permasalahan umum pada proses manajemen distribusi :


Kesalahan dalam memilih target pasar

Kesalahan dalam memilih target pasar saat melakukan manajemen distribusi

Kesalahan yang umum terjadi pada manajemen distribusi yaitu mempertimbangkan target pasar. Kesalahan dalam memilih target pasar akan berimbas pada proses distribusi yang tidak efisien. Mengetahui pasar yang dipilih, seperti pasar industri atau pasar konsumen, sangat penting karena perusahaan dapat menentukan saluran distribusi yang paling efisien dan efektif.


Namun dalam praktiknya, masih ada perusahaan dengan target pasar industri yang menggunakan pengecer dalam saluran distribusinya. Sedangkan jika target pasarnya adalah konsumen, perusahaan melakukan peningkatan kualitas dan kuantitas pengecer untuk saluran distribusinya, yang mana kedua langkah tersebut akan memperbesar pengeluaran perusahaan.


Kemampuan Manajemen yang tidak terukur

tidak dapat mengukur kinerja manajemen distribusi

Proses manajemen distribusi pada perusahaan bertanggung jawab terhadap penyaluran produk sampai ke tangan konsumen. Manajemen terlibat dalam penyusunan dan pelaksanaan strategi hingga anggaran yang digunakan pada aktivitas distribusi.


Sayangnya, masih ada perusahaan yang mengeluarkan banyak anggaran untuk saluran distribusi pendek. Permasalahan ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan manajemen dalam mengukur kinerja dan kebutuhan distribusi.


Pengelolaan transportasi pengiriman tidak efisien

Pengelolaan transportasi pengiriman tidak efisien

Untuk dapat memenangkan pasar, salah satu faktor yang diperhitungkan adalah kemampuan untuk mengirimkan produk ke konsumen tepat waktu, dengan jumlah yang tepat, dan dengan kondisi yang baik. Untuk memenuhi kriteria diatas, transportasi adalah komponen penting untuk menunjang kelancaran aktivitas distribusi.


Pengelolaan transportasi pengiriman yang tidak efisien dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Bisa karena kelalaian manajemen dalam melakukan penjadwalan pengiriman, ketidaksiapan staff dalam menyiapkan produk, hingga kesalahan teknis akibat tidak ada perawatan terjadwal untuk transportasi.


Dampak dari pengelolaan transportasi yang tidak efisien membuat perusahaan harus mengeluarkan anggaran lebih untuk menjaga nilai dari barang yang telah diproduksi. Selain itu, mengelola transportasi pengiriman yang tidak efisien dalam distribusi akan menghambat aliran produk dalam saluran distribusi.


Rantai distribusi terlalu panjang

mata rantai distribusi terlalu panjang

Agar produk dapat sampai ke konsumen akhir, manajemen saluran distribusi perusahaan harus menetapkan tingkat mata rantai saluran yang akan ditempuh. Umumnya terdapat 2 jenis mata rantai distribusi, yaitu distribusi pendek dan distribusi panjang.


Distribusi pendek melibatkan 2 pihak hingga produk dapat sampai ke konsumen. Yang pertama ada pihak grosir yang menampung produk dalam jumlah besar dari perusahaan, dan yang kedua, yaitu pihak retailer atau pengecer yang memasarkan produk ke konsumen akhir.


Untuk perusahaan dengan skala besar, umumnya menerapkan distribusi panjang agar produk dapat menjangkau konsumen yang ada di berbagai wilayah. Sehingga dalam mata rantainya, melibatkan agen tunggal, grosir dan retailer. Agen tunggal memiliki beberapa tingkatan dari pusat ke provinsi dan yang terakhir ke kota atau kabupaten, tempat grosir berada.


Penting bagi perusahaan untuk dapat menetapkan mata rantai saluran distribusi dengan akurat karena akan mempengaruhi penjualan, tingkat keuntungan, modal hingga risiko bagi perusahaan. Karena jika perusahaan hanya menggunakan distribusi panjang, akan mempengaruhi selisih harga produk dari produsen dan konsumen, dan ketepatan waktu dalam memenuhi permintaan konsumen.


Baca Juga:

  1. Safety Stock dan Stock Alert: Fitur pintar yang berguna bagi Distributor

  2. Cara mengukur waktu pemenuhan permintaan konsumen bagi perusahaan distributor

  3. WMS Prieds: Tingkatkan efisiensi ekosistem supply chain


Mengatasi Permasalahan manajemen distribusi melalui implementasi aplikasi WMS

Permasalahan umum yang telah disebutkan diatas, biasanya terjadi akibat proses manajemen dilakukan secara manual, ataupun kurangnya pemahaman staff pada proses yang telah diotomatisasi teknologi. Terdapat beberapa langkah yang bisa diterapkan apabila perusahaan anda mengalami permasalahan diatas, diantaranya :


Meningkatkan kemampuan staff dengan memberikan pelatihan

pelatihan untuk meningkatkan kinerja staff manajemen distribusi

Proses manajemen distribusi yang efisien dan efektif melibatkan kerjasama dari berbagai pihak dan juga kapabilitas staff pada tiap pihak untuk dapat menjalankan tanggung jawab dengan baik. Untuk itu, perusahaan dapat meningkatkan kemampuan staff melalui serangkaian pelatihan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kesalahan akibat kelalaian SDM dan optimalisasi kinerja staff.


Perusahaan dengan proses manajemen secara manual dapat memberikan pelatihan berupa pengelolaan distribusi secara terstruktur dan akurat, dan juga mempertimbangkan untuk mengimplementasikan teknologi, seperti aplikasi WMS. Selain itu, pelatihan terkait penggunaan dan adaptasi teknologi bagi staff juga penting karena dapat menunjang performa keseluruhan proses manajemen distribusi.


Menerapkan aplikasi WMS pada manajemen distribusi

Manajemen distribusi berjalan dengan optimal jika perusahaan memperhatikan akurasi dalam menjalankan proses distribusi. Menerapkan Aplikasi WMS dapat membantu perusahaan untuk mengatasi permasalahan manajemen distribusi. Kejadian seperti kesalahan dalam memilih target pasar, manajemen yang buruk, transportasi tidak efisien dapat diatasi dengan manajemen melalui aplikasi WMS.

enerapkan aplikasi WMS Prieds pada manajemen distribusi

Sebagai startup penyedia Aplikasi Gudang, Prieds Technology hadir sebagai solusi manajemen distribusi perusahaan melalui software yang dapat terhubung dengan hardware melalui teknologi IoT dan sistem WMS. Beragam fitur dari Aplikasi WMS Prieds dapat membantu bisnis anda untuk melakukan tracking inventory secara efisien, efektif dan akurat.


Anda dapat mempelajari lebih lanjut terkait solusi supply chain management ataupun manajemen distribusi melalui konsultasi dengan tim ahli Prieds. Dapatkan solusi tepat dan banyak keuntungan dengan menerapkan Aplikasi WMS Prieds pada bisnis distribusi Anda.


8 tampilan0 komentar