top of page
  • kevramadhani

Beberapa penyebab kegagalan Implementasi ERP pada Perusahaan

Diperbarui: 3 Jan

Sudah menjadi hal yang umum dilakukan oleh perusahaan untuk melakukan implementasi Enterprise Resource Planning (ERP). Tujuan dari implementasi ERP yaitu agar proses perencanaan dapat dilakukan secara efisien, perusahaan dapat terus meningkatkan pelayanan yang diberikan untuk konsumen dan mengembangkan bisnis.


Namun, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan agar proses implementasi ERP sukses. Dengan mengikuti seluruh proses implementasi ERP dengan baik, perusahaan dapat merasakan berbagai manfaat dan keuntungan dari implementasi yang dilakukan.


Penyebab kegagalan Implementasi ERP pada Perusahaan

penyebab kegagalan implementasi ERP Perusahaan

ERP merupakan investasi bagi perusahaan agar tetap dapat bersaing dan memenuhi permintaan pasar dengan cepat dan tepat. Untuk itu, perusahaan perlu memiliki strategi yang matang dalam menerapkan ERP. selain itu perusahaan perlu menghindari beberapa penyebab kegagalan implementasi ERP berikut :


Perusahaan tidak memiliki strategi yang jelas

Sebelum mengambil keputusan besar, seperti berinvestasi pada sistem ERP, perusahaan perlu memiliki strategi yang matang. Karena, implementasi ERP merupakan solusi untuk dapat mengoptimalkan proses bisnis. Perusahaan perlu meluangkan waktu untuk menentukan tujuan spesifik dari penerapan ERP dan proses bisnis yang sekiranya dapat lebih optimal jika perusahaan melakukan implementasi.


Manajemen perusahaan perlu melakukan evaluasi terlebih dahulu pada proses bisnisnya untuk dapat mengetahui bagian yang perlu dioptimalkan. Tiap departemen tentu memiliki proses yang berbeda, sehingga langkah optimalisasi yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Jika perusahaan tidak memiliki beberapa hal tersebut untuk dielaborasikan dengan strategi bisnis, maka implementasi ERP maka akan merugikan perusahaan.


Mengesampingkan pentingnya migrasi data manajemen

Memiliki manajemen data yang baik merupakan hal yang harus dimiliki oleh perusahaan. Data yang terorganisir akan mempermudah perusahaan dalam melakukan pembaruan sistem, seperti implementasi ERP. Namun, seringkali proses migrasi data dikesampingkan oleh perusahaan, karena hanya memindahkan data dari sistem lama ke sistem baru. Padahal, penting bagi perusahaan untuk melakukan perencanaan migrasi data dengan matang dan melakukan pengecekan kembali setelah migrasi data dilakukan agar sesuai dengan proses bisnis.


Meskipun manajemen data pada ERP dapat dilakukan secara otomatis, akan tetapi sistem perlu memiliki master data yang lengkap dan akurat. Dengan memiliki data yang akurat, kualitas data yang diteruskan oleh ERP dapat menunjang proses bisnis. Jika data hanya dipindahkan tanpa dilakukan pengecekan kembali, maka hasil pengumpulan data pada ERP menjadi tidak akurat. Dan tentunya agar proses implementasi ERP berhasil, maka staf perlu melakukan pemantauan secara teratur dan akurat.


Sumber daya manusia yang tidak terlatih

Menerapkan teknologi dalam proses bisnism juga membutuhkan tenaga ahli yang memadai agar proses implementasi sukses. Untuk itu, perusahaan juga perlu mempertimbangkan seluruh karyawan sebagai end-user mampu menggunakan sistem terbaru. Tentunya, tidak seluruh staf memiliki kapabilitas yang sama dalam mengoperasikan sistem. Maka dari itu, perusahaan perlu meningkatkan kemampuan staf agar proses bisnis yang dibantu dengan implementasi ERP berjalan sesuai dengan harapan.


Umumnya perusahaan kurang berfokus pada peningkatan kemampuan stafnya karena prioritas utama yaitu kesuksesan dalam implementasi ERP. Hal ini mengakibatkan performa bisnis menjadi tidak stabil, karena staf memiliki kapabilitas yang berbeda. Yang pada akhirnya dapat menyebabkan kegagalan perusahaan dalam melakukan implementasi ERP pada proses bisnisnya.


Melibatkan terlalu banyak pihak dalam mengambil keputusan

Dalam sebuah perusahaan, terdapat banyak pihak yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Mulai dari direksi, investor, rekanan dan bahkan konsultan yang telah bekerjasama dengan perusahaan. Kebijakan yang dibuat berdasarkan ketergantungan perusahaan pada pihak lain tentu akan merugikan perusahaan. Karena, pihak yang terlibat tidak memiliki pengetahuan yang detail pada performa proses bisnis perusahaan.


Ketergantungan pada konsultan terutama saat proses implementasi ERP dapat membuat perusahaan tidak memiliki kendali penuh pada sistem. Terutama jika perusahaan perlu melakukan pembaruan sistem atau terjadi kendala pada sistem. Perusahaan akan memilih untuk menunggu pihak konsultan untuk dapat menyelesaikan permasalahan. Tentunya hal ini akan menghambat proses bisnis perusahaan dan implementasi ERP pada perusahaan menjadi gagal.


Tidak ada masa percobaan sistem ERP

Keberhasilan implementasi ERP pada perusahaan sangat berpengaruh saat masa percobaan. Saat masa uji coba, perusahaan perlu mengikuti alur untuk dapat melakukan evaluasi dan memahami proses bisnis yang dioptimalisasi sistem ERP. Masa uji coba menjadi waktu yang krusial karena menyangkut dengan kebutuhan bisnis dan melihat apakah sistem berfungsi dengan optimal.


Namun, proses ini sering kali diabaikan karena beberapa faktor. Salah satu penyebab proses uji coba dikesampingkan karena memakan waktu yang lama. Padahal waktu penyesuaian yang lama dapat menghindari kegagalan dalam proses implementasi ERP pada perusahaan.


Tips agar Perusahaan terhindar dari kegagalan saat Implementasi ERP

Tips menghindari kegagalan implementasi ERP

Memiliki strategi yang matang saat implementasi ERP

Sebelum perusahaan memutuskan untuk melakukan implementasi ERP, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari kapabilitas staf, kebutuhan bisnis, biaya, pemilihan vendor ERP dan tujuan penerapan yang matang. Dengan memiliki data tersebut, perusahaan akan dapat memilih vendor yang sesuai dengan kebutuhan. Strategi yang matang juga berperan dalam menentukan keberhasilan perusahaan dalam melakukan implementasi ERP. Dengan begitu, investasi perusahaan mendapatkan beragam manfaat bagi pengembangan bisnis.


Meningkatkan kapabilitas end-user

Staf perusahaan selaku end-user perlu memiliki pemahaman dan kemampuan yang baik untuk dapat menjalanakn bisnis melalui ERP. Kapabilitas staf menjadi kunci keberhasilan implementasi ERP pada perusahaan. Untuk itu, perusahaan perlu melakukan pembekalan mengenai teknologi dan ERP melalui pelatihan yang dilakukan secara berkala, agar perusahan dapat memantau kinerja staf sekaligus mengoptimalkan penggunaan ERP untuk meningkatkan bisnis.


Memilih vendor ERP yang tepat

Keberhasilan implementasi ERP pada perusahaan bergantung pada pemilihan vendor software yang tepat. Pemilihan vendor yang tepat menjadi bagian dari strategi implementasi perusahaan, karena membutuhkan penelitian berdasarkan kebutuhan bisnis. Selain itu, penting bagi perusahaan untuk memahami berbagai jenis ERP dan faktor yang menyebabkan kegagalan saat implementasi, agar perusahaan dapat menghindari beragam permasalahan kedepannya.


Sebagai startup penyedia Software ERP, Prieds Technology hadir sebagai solusi manajemen pergudangan perusahaan melalui software yang dapat terhubung dengan hardware melalui teknologi IoT dan ERP. Beragam kelebihan dan fitur yang ditawarkan oleh Software ERP Prieds dapat membantu bisnis anda untuk melakukan optimalisasi proses bisnis secara efisien, efektif dan akurat.


Anda dapat mempelajari lebih lanjut terkait implementasi software ERP melalui konsultasi dengan tim ahli Prieds. Dapatkan solusi tepat dan beragam keuntungan dengan menerapkan jenis Software ERP Prieds yang tepat pada bisnis Anda.


62 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua