Stock Overhead: Pengertian, Fungsi, Penyebab, Dampak & Tips Optimalisasi
- Kevin Ramadhani

- 26 Des 2025
- 4 menit membaca
Proses manajemen inventory tidak terlepas dari beberapa tantangan operasional, seperti memastikan ketersediaan barang dan mengendalikan jumlah stok dalam gudang. Selain dua hal tersebut, terdapat satu masalah yang kerap diabaikan, yaitu Stock Overhead. Kendala ini berdampak pada peningkatan biaya operasional, menurunkan efisiensi gudang, hingga menghambat perputaran modal perusahaan.

Pengertian Stock Overhead dalam Manajemen Inventory
Stock Overhead merupakan sebuah kondisi dimana jumlah stok barang melebihi kebutuhan operasional atau permintaan pasar dalam periode waktu tertentu. Stok berlebih ini tidak memberikan nilai tambah, tetapi menyebabkan meningkatkan biaya operasional, seperti biaya penyimpanan, penanganan, risiko kerusakan, hingga potensi penurunan nilai barang.
Stock Overhead umumnya disebabkan oleh proses perencanaan permintaan yang kurang akurat, pembelian stok berlebih, atau kurangnya visibilitas terhadap kondisi manajemen inventory secara real-time.
Fungsi Pengendalian Stock Overhead dalam Manajemen Inventory
Dengan memahami Stock Overhead perusahaan dapat meningkatkan fungsi pengendalian kendala tersebut dalam manajemen inventory, seperti:
1. Menjaga Efisiensi Biaya Operasional
Pengendalian Stock Overhead dapat membantu perusahaan untuk menekan biaya operasional, seperti biaya penyimpanan, asuransi, penanganan barang, serta biaya tenaga kerja akibat penumpukan stok.
2. Memaksimalkan Penggunaan Ruang Gudang
Dengan memiliki jumlah stok yang terkendali dan sesuai kebutuhan, perusahaan dapat memaksimalkan kapasitas gudangĀ tanpa memicu terjadinya penumpukan barang yang dapat mengganggu alur operasional.
3. Mempercepat Perputaran Persediaan
Memiliki jumlah stok yang sesuai dapat mempengaruhi inventory turnover yang lebih baik. Hal ini tentu akan menguntungkan perusahaan karena modal tidak terikat terlalu lama pada barang yang tidak bergerak.
4. Mengurangi Resiko Kerusakan Stok
Pengelolaan Stock Overhead yang baik dapat membantu perusahaan untuk menekan resiko kerusakan stok, seperti kadaluarsa, rusak, atau kehilangan nilai jual akibat terlalu lama disimpan.
Penyebab Terjadinya Stock Overhead
Beberapa faktor yang banyak menyebabkan terjadinya Stock Overhead dalam manajemen inventory yaitu:
1. Perencanaan Permintaan yang Tidak Akurat
Proses perencanaan permintaan yang tidak berdasarkan riwayat data yang akurat dapat menyebabkan jumlah stok tidak terkendali dan tidak sesuai dengan kebutuhan operasional.
2. Kebijakan Safety Stock Berlebihan
Penetapan jumlah safety stock yang tidak diperbarui berdasarkan perubahan permintaan justru dapat menyebabkan terjadinyaĀ penumpukan persediaan yang tidak produktif.
3. Kurangnya Visibilitas Stok
Minimnya transparansi dan pembaruan data manajemen inventory membuat perusahaan kesulitan dalam melacak jumlah stok berlebih dan menghambat identifikasi kebutuhan stok.
4. Lead Time Pemasok yang Tidak Konsisten
Ketidakpastian waktu pengiriman dari pihak supplier juga dapat mempengaruhi terjadinya Stock Overhead, karena perusahaan perlu melakukan pembelian lebih untuk antisipasi.
Dampak dari Stock Overhead yang Tidak Segera Diatasi
Apabila Stock Overhead tidak segera diatasi dan dikelola dengan baik, maka akan dapat mengakibatkan beberapa hal berikut:
1. Biaya Operasional Meningkat
Memiliki jumlah stok berlebih dan tidak terkelola dengan baik dapat mengakibatkan peningkatan biaya operasional, seperti sewa gudang, penanganan barang, dan tenaga kerja.
2. Penurunan Arus Kas
Dengan adanya Stock Overhead yang belum diatasi, modal perusahaan akan terikat pada stok yang tidak bergerak sehingga dapat mempengaruhi arus kas.
3. Manajemen Inventory tidak Optimal
Penumpukan stok yang tidak segera ditangani akan menghambat proses putaway, picking, dan pergerakan barang di area penyimpanan.
4. Resiko Kerusakan Barang
Barang yang disimpan terlalu lama dan menumpuk membuat proses pengelolaan menjadi sulit, dan barang beresiko kadaluarsa, rusak, atau kehilangan nilai jual.
Tips Pengelolaan Stock Overhead yang Efektif
Untuk meminimalkan dampak Stock Overhead dalam manajemen inventory, perusahaan dapat menerapkan beberapa tips berikut:
1. Penyesuaian Jumlah Stok
Perusahaan perlu melakukan penyesuaian jumlah stok berdasarkan riwayat data untuk mengetahui pola permintaan agar terhindar dari overstock.
2. Lakukan Stock Opname secara Rutin
Untuk dapat memastikan jumlah stok dalam gudang, perusahaan perlu melakukan proses stock opname secara rutin untuk mengidentifikasi tingkat perputaran dan resiko pada stok.
3. Menerapkan Pengelompokkan Stok
Agar pengelolaan barang lebih tepat sesuai kebutuhan, perusahaan dapat menerapkan pengelompokkan barang berdasarkan tingkat perputaran, untuk menentukan jumlah stok yang optimal dalam gudang, menghindari terjadinya Stock Overhead.
4. Optimalisasi Reorder Point
Perusahaan perlu melakukan analisis riwayat data stok untuk dapat menentukan jumlah pengadaan yang optimal. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok, serta menghindari terjadinya Stock Overhead.
Peran RFID dan WMS dalam Mengendalikan Stock Overhead
Penerapan teknologi, seperti RFID dan WMS memiliki peran penting dalam mengendalikan Stock Overhead dalam manajemen inventory, seperti:
1. Pelacakan Otomatis dan Real-Time
Penerapan RFID dan WMS memungkinkan perusahaan untuk melacak stok, memberikan visibilitas real-time terhadap jumlah, lokasi, pergerakan dan status barang.
2. Monitoring Usia Penyimpanan dan Status Stok
Data yang akurat dari RFID dan WMS membantu perusahaan untuk dapat melakukan pemantauan usia stok dalam gudang, status penggunaan, dan riwayat pergerakan secara akurat.
3. Penyesuaian Jumlah Stok Otomatis
WMS dan RFID dapat membantu perusahaan untuk melakukan penyesuaian stok, baik melalui Inventory Cleansing, maupun melalui promosi, agar jumlah persediaan dalam gudang tetap terjaga.
4. Evaluasi Kinerja dan Optimalisasi Manajemen Inventory
Otomatisasi dari RFID dan WMS juga berfungsi untuk memudahkan evaluasi manajemen inventory, mengidentifikasi Stock Overhead dan mengoptimalkan reorder point dan jumlah safety stock untuk menghindari pembelian stok berlebih.
Kelola Stock Overhead dalam Manajemen Inventory dengan Efektif melalui RFID dan WMS Prieds
Stock Overhead merupakan salah satu tantangan dalam manajemen inventory yang dapat berdampak langsung pada efisiensi operasional. Melalui pengelolaan yang tepat serta dukungan teknologi RFID dan WMS, perusahaan dapat mengendalikan stok berlebih, meningkatkan visibilitas stok, dan menciptakan proses manajemen inventory yang optimal.
Sebagai penyedia RFID, Prieds menawarkan perangkat yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengelola Stock Overhead. Teknologi ini mendukung perencanaan stok yang akurat, pelacakan barang secara real-time, memastikan pengelolaan dan pengelompokkan produk secara tepat, dan mengotomatisasi proses manajemen inventory.
RFID dari PriedsĀ dapat diintegrasikan dengan WMS, sehingga memberikan perusahaan fleksibilitas dan kemudahan untuk mengelola Stock Overhead. KonsultasiĀ dengan tim ahli Prieds untuk mengetahui solusi teknologi RFID dan sistem yang tepat bagi bisnis Anda.





