Stock Coverage: Definisi, Rumus, Fungsi, Cara Mengelola & Optimalisasinya
- Kevin Ramadhani

- 15 Nov 2025
- 3 menit membaca
Menjaga kestabilan dan ketersediaan stok merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses warehouse management. Untuk dapat mengukur ketersediaan produk, perusahaan dapat mengetahui ketersediaan dengan menggunakan indikator Stock Coverage.Ā
Indikator ini membantu perusahaan untuk memahami seberapa lama persediaan yang ada dapat memenuhi permintaan pasar sebelum habis dan perlu melakukan replenishment. Dengan pemantauan Stock Coverage yang akurat, perusahaan dapat menghindari dua masalah utama dalam warehouse management, yaitu overstock (kelebihan stok) dan stockout (kekosongan stok).

Definisi Stock Coverage dalam Proses Warehouse Management
Stock Coverage merupakan sebuag indikator dalam warehouse management yang digunakan untuk menunjukkan berapa lama stok barang yang tersedia dapat memenuhi permintaan tanpa perlu melakukan replenishment. Umumnya, indikator ini digunakan dalam periode waktu, baik hari, minggu, atau bulan, berdasarkan data penjualan atau konsumsi rata-rata harian.
Rumus Perhitungan Stock Coverage
Agar dapat mengetahui stock coverage dari produk yang dimiliki, perusahaan dapat menggunakan rumus perhitungan berikut:
Stock Coverage (hari)= Rata-rata Pemakaian Harian/Total Stok Saat Ini
Sebagai contoh, Jika sebuah gudang perusahaan memiliki stok 10.000 unit dan konsumsi harian rata-rata adalah 500 unit, maka Stock Coverage dari perusahaan tersebut adalah 20 hari.
Fungsi Memahami Stock Coverage dalam Proses Warehouse Management
Stock Coverage memiliki beberapa fungsi penting yang perlu dipahami perusahaan agar proses Warehouse Management berjalan dengan optimal. Berikut beberapa fungsinya:
1. Menentukan Waktu Replenishment
Dengan mengetahui sisa stok untuk memenuhi permintaan, perusahaan dapat menentukan waktu yang tepat untuk melakukan stock replenishment tanpa mengganggu proses warehouse management.
2. Mengoptimalkan Arus Kas Perusahaan
Menyimpan stok dalam jumlah berlebih dapat menghambat arus kas perusahaan. Dengan menghitung Stock Coverage secara tepat, perusahaan dapat menyeimbangkan antara kebutuhan operasional dan efisiensi keuangan.
3. Meningkatkan Efisiensi Warehouse Management
memiliki pemahaman dan visibilitas Stock Coverage dapat membantu perusahaan untuk menjaga tingkat ketersediaan produk. Memiliki jumlah stok yang tepat berdampak pada proses warehouse management yang lebih efisien.
4. Mendukung Pengambilan Keputusan Strategis
Data dari Stock Coverage dapat digunakan oleh staf divisi perencanaan dan pembelian untuk menyesuaikan strategi warehouse management agar dapat disesuaikan dengan tren permintaan dan kebutuhan pasar.
Cara Mengelola Stock Coverage yang Optimal
Agar pengelolaan Stock Coverage menjadi lebih optimal, perusahaan dapat menerapkan beberapa tips berikut:
1. Lakukan Forecasting Permintaan yang Akurat
Perusahaan dapat menggunakan riwayat data dan tren pasar untuk memprediksi kebutuhan stok secara tepat. Hal ini dapat mendorong Stock Coverage yang lebih optimal dengan tetap memperhatikan kualitas produk.
2. Tetapkan Safety Stock yang Tepat
Selain memperhatikan ketersediaan produk utama, perusahaan juga perlu memperhatikan cadangan stok untuk menghadapi lonjakan permintaan atau keterlambatan suplai. Dengan begitu Stock Coverage perusahaan lebih aman.
3. Pantau Coverage Secara Berkala
Lakukan review rutin, baik secara harian, mingguan, bulanan untuk memastikan stok tetap dalam batas aman. Hal ini tentu dapat membantu perusahaan untuk menjaga ketersediaan stok.
3. Gunakan Indikator Kinerja (KPI)
Pantau KPI seperti āDays of Inventory on Handā (DOH) dan Safety Stock untuk menilai efektivitas warehouse management. Memantau KPI ini selain menjaga efisiensi operasional, tetapi juga memastikan perkembangan bisnis.
4. Implementasi Teknologi Otomatisasi
Gunakan sistem berbasis digital seperti Warehouse Management System (WMS) untuk memantau pergerakan stok dan mempermudah perhitungan Stock Coverage secara real-time.
Peran Warehouse Management System (WMS) dalam Mengoptimalkan Stock Coverage
Warehouse Management System (WMS) berperan penting dalam menjaga keseimbangan Stock Coverage. Berikut beberapa peran dari teknologi ini:
1. Pemantauan Real-Time
WMS memberikan visibilitas penuh terhadap status stok di berbagai lokasi penyimpanan, sehingga perhitungan Stock Coverage menjadi lebih akurat.
2. Analisis Data Otomatis
Sistem WMS menganalisis tingkat pergerakan barang, memperkirakan kebutuhan replenshment, dan mengotomatisasi penyusunan laporan coverage secara menyeluruh.
3. Memberikan Peringatan Awal
Jika stok mendekati batas minimum atau coverage terlalu rendah, Warehouse Management System (WMS) secara otomatis memberikan notifikasi agar staf gudang segera melakukan replenishment.
4. Integrasi dengan Sistem Pembelian & Produksi
WMS dapat dihubungkan dengan modul ERP maupun software akuntansi untuk mengotomatisasi proses replenishment berdasarkan data coverage maupun perencanaan stok.
5. Peningkatan Akurasi Stok
Dengan mengintegrasikan RFID pada WMS, perusahaan dapat meminimalkan kesalahan input data yang bisa menyebabkan perhitungan coverage tidak akurat.
Tingkatkan Stock Coverage melalui Penerapan Warehouse Management System (WMS) Prieds
Stock Coverage merupakan salah satu indikator yang membantu perusahaan mengukur ketahanan persediaan terhadap kebutuhan pasar. Pengelolaan yang efektif akan berdampak langsung pada efisiensi operasional, kestabilan pasokan, dan optimalisasi cash flow. Dengan pengelolaan yang tepat, serta dukungan teknologi Warehouse Management System (WMS), pengelolaan dan perhitungan Stock Coverage menjadi lebih akurat, cepat, dan dapat disesuaikan dengan perubahan permintaan.
Sebagai penyedia Warehouse Management System, Prieds hadir menawarkan sebuah teknologi yang mempermudah perusahaan untuk menerapkan Stock Coverage. Teknologi ini dapat membantu perusahaan untuk mengoptimalkan proses warehouse management, meningkatkan akurasi data, memberikan visibilitas menyeluruh terhadap operasional, serta membantu memastikan ketersediaan produk.
Warehouse Management System Prieds juga dibekali dengan fitur integrasi dengan perangkat seperti RFID, sehinggaĀ penerapan Stock Coverage dapat dilakukan dengan optimal. Konsultasikan kebutuhan perusahaan AndaĀ dengan tim ahli Prieds, dan temukan solusi penggunaan sistem yang optimal, mudah digunakan, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis Anda.





