top of page

Mengelola SKU dan Stock Replenishment melalui Sistem Manajemen Gudang

Manajemen gudang dan kemampuan pemenuhan permintaan dapat berjalan dengan baik saat perusahaan mampu menjaga tingkat jumlah SKU yang dimiliki. Dengan menjaga stok barang agar selalu tersedia, akan berdampak pada efisiensi bisnis dan peningkatan kepuasan konsumen.


Melalui proses stock replenishment yang optimal, tingkat jumlah SKU akan seimbang dengan jumlah permintaan konsumen. Perusahaan perlu menerapkan batas jumlah stok terendah sebelum stok tersebut habis untuk dijadwalkan pengadaan stok barang. Sehingga perusahaan dapat terhindar dari resiko out of stock.


Memahami Stock Replenishment dan Pengelolaan SKU

Stock Replenishment bukan hanya sebuah proses yang dilakukan sebagai tindakan pencegahan out of stock, tetapi juga merupakan sebuah strategi dalam manajemen gudang yang membutuhkan kemampuan dalam memahami pola permintaan pasar, memperhatikan lead time dan produk yang banyak dikonsumsi oleh pelanggan ditiap SKU.


Perusahaan perlu melakukan analisis secara mendalam untuk dapat menentukan strategi stock replenishment yang tepat bagi bisnis. Setidaknya terdapat 2 metode yang umum dilakukan saat melakukan replenishment, yaitu : 

  1. Reordering Point Replenishment, dimana pengadaan stok barang dilakukan ketika jumlah stok yang dimiliki berkurang hingga tingkat yang telah ditetapkan sebagai batas bawah jumlah stok.

  2. Periodic Replenishment, merupakan metode pengadaan stok barang yang dilakukan dengan melakukan perhitungan secara rutin dan ketika stok berkurang, maka replenishment akan dilakukan.


Tips Mengelola SKU dan Stock Replenishment dengan Sistem Manajemen Gudang

Tips Mengelola SKU dan Stock Replenishment dengan Sistem Manajemen Gudang

Menjaga tingkat jumlah SKU dan Stock Replenishment dapat dilakukan dengan lebih optimal melalui penerapan teknologi, seperti Sistem Manajemen Gudang. Melalui software ini, perusahaan dapat menetapkan batas minimum produk sekaligus melakukan penjadwalan stock replenishment secara otomatis. Selain itu, pengelolaan SKU menjadi lebih optimal karena perusahaan memiliki visibilitas yang baik pada seluruh proses manajemen gudang.


Agar manajemen gudang berjalan dengan lebih efisien, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat mengelola SKU dan melakukan stock replenishment dengan bantuan sistem, diantaranya yaitu :

Pengambilan Keputusan berdasarkan Data Akurat

Menggunakan data akurat dan realtime yang disajikan sistem manajemen gudang sangat penting bagi pengelolaan SKU yang efektif. Melakukan analisis mendalam, pengelolaan riwayat data secara lengkap dan melakukan forecasting permintaan berperan dalam proses pengambilan keputusan dan strategi kebutuhan stock replenishment.


Otomatisasi Penerapan Reorder Points

Salah satu metode stock replenishment yang dapat diterapkan untuk mengelola SKU yaitu menggunakan reorder point. Perusahaan dapat menentukan jumlah minimum stok dan akan memberikan peringatan untuk segera melakukan replenishment. Melalui sistem manajemen gudang, proses ini dapat dilakukan dengan otomatis, sehingga perusahaan dapat menekan resiko terjadinya out of stock sekaligus membuat proses replenishment menjadi lebih efisien.


Strategi Replenishment yang Sesuai Kebutuhan Bisnis

Setiap SKU tentu memiliki pola permintaan yang berbeda. Untuk itu perusahaan dapat menerapkan strategi stock replenishment dinamis sesuai dengan kebutuhan bisnis dan permintaan pasar. Produk yang cepat terjual mungkin akan perlu proses replenishment lebih cepat, dan untuk produk lain dapat diterapkan strategi periodic. Pendekatan ini tentu mempermudah perusahaan dalam mengoptimalkan pengelolaan SKU secara menyeluruh.


Menerapkan Safety Stock

Meskipun tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan efisiensi, penting juga mempertimbangkan anomali ataupun ketidakpastian permintaan. Dengan menerapkan safety stock dalam mengelola SKU, perusahaan dapat bertahan meskipun dihadapkan dengan permintaan yang fluktuatif, kendala pada supply chain maupun adanya hambatan lain. Sistem manajemen gudang dapat mengelola SKU serta menerapkan safety stock pada setiap produk guna menjaga jumlah stok barang. Sehingga, perusahaan akan tetap dapat memenuhi permintaan konsumen walaupun terjadi tantangan secara tiba-tiba.


Monitoring dan Evaluasi secara Berkala

Pengelolaan SKU dan proses stock replenishment merupakan aktivitas yang perlu diawasi dan dievaluasi secara berkala. Dengan melakukan monitoring berkala, perusahaan akan dapat lebih tanggap ketika terjadi gangguan, dan menjaga operasional bisnis agar selalu berjalan dengan optimal.


Sistem Manajemen Gudang Prieds bantu Perusahaan Mengelola SKU dan Stock Replenishment

Menghadapi permintaan pasar yang dinamis, perusahaan harus mampu menjaga tingkat SKU melalui stock replenishment melalui perpaduan antara adaptabilitas perusahaan serta penerapan teknologi seperti sistem manajemen gudang. Implementasi teknologi membantu perusahaan untuk melakukan pengambilan keputusan berdasarkan data akurat dan forecasting permintaan agar tercipta strategi replenishment yang tepat sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Sebagai startup penyedia SIstem Manajemen Gudang yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan perusahaan, Prieds hadir sebagai solusi pengelolaan SKU dan Stock Replenishment yang efisien, efektif dan akurat melalui integrasi antara hardware dengan software. Beragam fitur dari yang ditawarkan Sistem Manajemen Gudang Prieds dapat membantu perusahaan diberbagai industri untuk mengelola gudang, yang juga berdampak pada pertumbuhan bisnis..


Anda dapat mempelajari lebih lanjut terkait pengelolaan SKU stock replenishment melalui Sistem Manajemen Gudang melalui konsultasi dengan tim ahli Prieds. Dapatkan Aplikasi Gudang Prieds yang dilengkapi dengan fitur lengkap, keamanan terbaik dan kemudahan penggunan yang sesuai dengan kebutuhan pada perusahaan.

26 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page