top of page

Manajemen Biaya dalam Bisnis : Perbedaan Variable Cost dengan Fixed Cost

Diperbarui: 27 Nov 2023

Dalam pengelolaan bisnis, tentu perusahaan akan dihadapkan oleh berbagai pengeluaran biaya untuk menjalankan proses operasional. Di antara jenis-jenis biaya yang perlu dikelola oleh perusahaan, terdapat dua jenis yang umum ditemukan, yaitu fixed cost dan variable cost


Untuk dapat menghitung kedua jenis biaya tersebut, dibutuhkan perencanaan yang tepat agar tidak terjadi kesalahan dalam mengestimasikannya. Selain perencanaan yang tepat, perusahaan juga perlu melakukan pencatatan keuangan dan pembukuan bisnis secara akurat, sehingga proses manajemen biaya menjadi lebih efisien dan optimal.


Pengertian Fixed Cost

Pengertian Fixed Cost

Fixed cost merupakan jenis pengeluaran dalam manajemen keuangan dan akuntansi yang tidak berubah atau berfluktuasi dengan tingkat produksi atau penjualan suatu produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan.


Dalam praktiknya, biaya akan tetap jumlahnya baik itu terjadi tingkat penjualan yang besar atau kecil dalam satu periode yang sama. Contoh umum dari fixed cost termasuk penyewaan aset tetap, biaya operasional seperti listrik, dan pembayaran gaji pokok karyawan.


Biaya tetap menjadi pengeluaran yang harus dibayarkan oleh perusahaan terlepas dari apakah mereka memproduksi atau menjual sedikit atau banyak produk. Walaupun bersifat tetap, masih dapat terjadi perubahan nilai melalui beberapa faktor internal maupun eksternal.


Komponen dalam Fixed Cost

Dalam manajemen biaya perusahaan, nilai fixed cost yang dikeluarkan cenderung bersifat stagnan. Berikut beberapa contoh komponen yang biasanya tercantum dalam laporan keuangan, diantaranya yaitu :

  1. Penyewaan Tempat atau Gudang

  2. Gaji dan Asuransi

  3. Biaya Penyusutan (Shrinkage)

  4. Biaya Utilitas


Pengertian Variable Cost

Pengertian Variable Cost

Variable cost merupakan pengeluaran biaya yang dapat berubah karena penyesuaian dengan tingkat produksi atau penjualan sebuah produk atau jasa. Artinya, fluktuasi pada penjualan dan produksi mempengaruhi pengeluaran biaya ini.


Contoh umum dari variable cost termasuk bahan baku yang digunakan untuk menjalankan proses produksi, upah tenaga kerja pada proses untuk produksi, dan biaya pengiriman yang dihitung berdasarkan jumlah barang dan jarak yang dikirim.


Memahami biaya variabel penting untuk menghitung break-even point, dimana pendapatan perusahaan mampu menutupi seluruh biaya operasional. Dengan melakukan perhitungan variable cost secara akurat, dapat membantu perusahaan dalam membuat keputusan terkait harga, volume produksi, dan strategi operasional secara keseluruhan.


Komponen dalam Variable Cost

Selain fixed cost, manajemen biaya yang dilakukan perusahaan juga perlu untuk menghitung variable cost yang dibutuhkan untuk dapat memproduksi barang. Besaran nilai biaya ini bergantung pada volume produksi maupun penjualan. Berikut beberapa komponen yang termasuk dalam variable cost :

  1. Pengadaan Bahan Baku

  2. Biaya Pengiriman dan Distribusi

  3. Upah tenaga kerja produksi

  4. Komisi Penjualan


Perbedaan Antara Fixed Cost dengan Variable Cost

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, dapat terlihat bahwa antara kedua jenis pengeluaran biaya ini memiliki komponen dan kegunaan yang berbeda. Agar dapat lebih mudah dipahami, berikut penjelasan singkat mengenai perbedaan antara fixed cost dan variable cost :


Fixed Cost

  1. Pengaruh Terhadap Profit : Produksi yang lebih tinggi menghasilkan pengurangan biaya dan peningkatan keuntungan

  2. Sifat : Menjadi pengeluaran tetap bagi perusahaan

  3. Risiko : Cukup beresiko, mengingat fixed cost bergantung pada tingkat produksi

  4. Pengaruh Jumlah Unit Pada Biaya : Semakin tinggi jumlah produksi, biaya tetap dapat menurun


Variable Cost

  1. Pengaruh Terhadap Profit : Memiliki pengaruh yang kurang signifikan bagi keuntungan perusahaan

  2. Sifat : pengeluaran sesuai dengan kebutuhan, dapat berubah dan fleksibel

  3. Risiko : tingkat resiko sesuai dengan jumlah kebutuhan dan produksi

  4. Pengaruh Jumlah Unit Pada Biaya : biaya yang dibutuhkan tetap sama berapapun jumlah produksi yang dihasilkan pada satu periode


Kelola Fixed Cost dan Variable Cost yang Optimal dengan Menerapkan ERP dari Prieds

Memperhatikan dan mengelola biaya dalam bisnis merupakan hal penting agar keseluruhan proses berjalan dengan optimal. Beberapa contoh biaya yang umum digunakan pada perusahaan yaitu fixed cost dan variable cost. Agar tidak terjadi kesalahan dalam mengelola keduanya, maka ketelitian dalam mengelola biaya produksi sangat dibutuhkan sehingga perusahaan dapat menghasilkan keuntungan. Melalui implementasi software ERP, pengelolaan biaya dalam operasional bisnis dapat dilakukan dengan efisien dan akurat.


Sebagai startup penyedia Software ERP yang dapat dikustomisasi dan diintegrasikan sesuai kebutuhan bisnis, Prieds Technology hadir sebagai solusi pengelolaan biaya produksi secara akurat melalui integrasi antara hardware dengan software. Beragam fitur dan modul dari yang ditawarkan pada ERP Prieds dapat membantu perusahaan untuk melakukan mengelola dan menyimpan biaya perusahaan secara lengkap dan akurat melalui satu sistem terpusat. Dengan begitu, seluruh data yang berkaitan dengan biaya perusahaan dapat tersimpan dengan lengkap dan pencatatan otomatis membuat data yang dihasilkan menjadi lebih akurat.


Anda dapat mempelajari lebih lanjut terkait pengelolaan biaya dalam bisnis secara akurat dengan menggunakan Software ERP melalui konsultasi dengan tim ahli Prieds. Dapatkan software ERP dengan fitur dan modul lengkap, keamanan terbaik dan kemudahan penggunan yang sesuai dengan kebutuhan pada perusahaan.


95 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page