top of page

Cara mengatasi Dead Stock melalui Penerapan Inventory Management

Salah satu kendala yang sering ditempukan pada pengelolaan inventory, yaitu permasalahan dead stock atau stok mati. Kendala ini muncul ketika terdapat stok barang yang tidak terjual dalam jangka waktu tertentu akibat beberapa hal, seperti produk yang rusak atau kadaluarsa, produk musiman, hingga produk yang salah kirim.


Permasalahan tersebut umumnya disebabkan oleh proses operasional gudang yang masih dijalankan secara manual. Untuk itu, penting bagi perusahaan agar dapat mengatasi kendala dead stock melalui penerapan teknologi, seperti inventory management system.


Tujuan Penerapan Inventory Management System

Inventory Management System (IMS) merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk mempermudah perusahaan dalam mengelola dan mengoptimalkan proses manajemen gudang. Tujuan utama dari penerapan IMS  diantaranya yaitu :


Peningkatan Efisiensi Operasional

Inventory management system dapat meningkatkan efisiensi dalam operasional gudang melalui otomatisasi proses pengambilan barang (picking), pengemasan (packing) pengiriman (shiping), dan pemenuhan permintaan.


Meminimalisir Penggunaan Biaya

Pengelolaan gudang yang lebih efisien melalui inventory management system uga berdampak pada penghematan biaya. Sistem ini mampu meminimalisir biaya operasional, seperti biaya penyimpanan dan biaya modal yang terkait dengan stok barang.


Mengoptimalkan Pengelolaan Stok Barang dalam Gudang

Melalui inventory management system, perusahaan dapat mengoptimalkan pengelolaan dan penggunaan stok barang, sekaligus mengurangi resiko seperti overstocking (persediaan stok barang berlebihan), persediaan stok yang kurang maupun resiko dead stock.


Meningkatkan Pelayanan Konsumen

Inventory management system memungkinkan perusahaan untuk dapat memastikan bahwa stok barang yang diperlukan selalu tersedia memenuhi permintaan konsumen. Dengan begitu, perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pasar dan meningkatkan kepuasan konsumen.


Cara Mengatasi Dead Stock dengan Inventory Management System

Cara Mengatasi Dead Stock dengan Inventory Management System

Dead stock atau barang yang tidak bergerak merupakan salah satu masalah umum dalam manajemen gudang yang dapat mengakibatkan berbagai kerugian bagi perusahaan. Berikut beberapa strategi untuk mengatasi dead stock melalui penerapan Inventory Management System :


1. Pemantauan dan Peramalan Permintaan

Inventory Management System dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi analisis data permintaan secara realtime. Dengan memahami pola permintaan dan tren pasar, perusahaan dapat membuat forecasting yang lebih akurat untuk setiap produk,dan mengurangi risiko terjadinya dead stock.


2. Penerapan Metode Penyimpanan yang Tepat

Perusahaan juga dapat memanfaatkan inventory management system untuk mengatur tata letak penyimpanan stok barang berdasarkan karakteristik produk dan tingkat permintaan. Dengan demikian, barang yang sering dipesan dapat ditempatkan lebih dekat dengan area packing, untuk meningkatkan efisiensi alur stok barang, serta meminimalisir penumpukan barang yang mengakibatkan dead stock.


3. Memberikan Promosi atau Diskon

Perusahaan dapat menggunakan inventory management system untuk mengidentifikasi barang yang memiliki tingkat perputaran yang rendah, untuk menyusun strategi promosi atau diskon yang tepat agar stok barang tersebut dapat terjual dan menghindari dead stock.


4. Penggunaan Teknologi Identifikasi Barang (RFID)

Integrasi inventory management system dengan teknologi identifikasi barang seperti RFID membantu memantau dan mengelola stok barang dalam gudang secara realtime. Hal ini memungkinkan pengelolaan persediaan yang lebih akurat dan dapat mencegah kesalahan manual dalam pencatatan atau pembaruan stok.


5. Evaluasi dan Penghapusan Barang

Lakukan evaluasi rutin terhadap stok barang untuk mengidentifikasi jenis produk yang kurang diminati pasar atau mendekati kadaluarsa. Inventory management system dapat membantu dalam menemukan stok barang yang kurang laku, dan mempermudah perusahaan untuk mengambil keputusan dengan menyusun strategi penjualan seperti promo bundling ataupun diskon.


6. Kerja sama dengan Pemasok

Inventory management system memungkinkan perusahaan untuk dapat bekerjasama secara lebih baik dengan pemasok. Dengan menjalin hubungan yang kuat dan berkelanjutan dengan pemasok, perusahaan dapat memastikan ketersediaan barang yang lebih konsisten dan mengurangi risiko dead stock akibat keterlambatan pengiriman atau kualitas produk yang buruk.


Inventory Management System dari Prieds Solusi Tepat Atasi Dead Stock

Salah satu teknologi yang penting dalam pengelolaan stok barang dalam gudang secara optimal yaitu inventory management system. Sistem ini menjadi faktor penting yang memiliki dampak pada peningkatan proses manajemen gudang, serta menjadi solusi untuk mengatasi beberapa kendala dalam pengelolaan stok barang, seperti meminimalisir terjadinya dead stock.


Sebagai salah satu perusahaan yang menyediakan inventory management system dan WMS, Prieds menawarkan sistem yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan perusahaan untuk mengoptimalkan pengelolaan gudang dan menghindari terjadinya dead stock melalui integrasi antara hardware dengan software. Beragam fitur dari Inventory Management System Prieds dapat membantu perusahaan untuk mengelola gudang serta meningkatkan kinerja rantai pasok dengan lebih optimal.


Anda dapat mempelajari lebih lanjut terkait solusi mengatasi dead stock dengan penerapan inventory management system melalui konsultasi dengan tim ahli. Dapatkan Software yang dilengkapi dengan fitur lengkap, keamanan terbaik dan kemudahan penggunan yang sesuai dengan kebutuhan pada perusahaan dengan Prieds.


16 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page