top of page

Supply Chain Management : Pengertian, Fungsi, Tahapan dan Tips Optimalisasi

Diperbarui: 8 Jan

Istilah Supply Chain management atau SCM menjadi bagian penting dalam perusahaan karena berkaitan dengan operasional dan pengembangan bisnis. Dengan menerapkan SCM, perusahaan dapat melakukan optimalisasi dan memiliki kontrol penuh terhadap aktivitas operasional dan finansial perusahaan.


SCM memiliki peranan dalam melakukan pengelolaan serta pengawasan siklus operasional perusahaan, mulai dari bahan baku, keuangan perusahaan, arus informasi dan relasi dengan pemasok, produsen, grosir hingga konsumen.


DAFTAR ISI


Pengertian Supply Chain Management

Secara sederhana, supply chain management atau SCM adalah strategi yang berhubungan dengan arus produk.

Ini meliputi seluruh aktivitas produksi mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi hingga distribusi produk dari perusahaan kepada konsumen akhir, dengan cara yang paling efisien dan efektif, serta biaya yang minim.


Tujuan Supply Chain Management

Tujuan yang paling dasar dari supply chain management yaitu kemampuan untuk menyeimbangkan permintaan dengan pasokan melalui pengelolaan dan koordinasi supply dan demand secara efektif. Dengan begitu, permasalahan yang mungkin muncul pada proses SCM dapat tertangani dengan efektif dan efisien. Beberapa permasalahan umum yang mungkin terjadi diantaranya yaitu :

  1. Pengadaan barang dan pengelolaan pemasok

  2. Manajemen hubungan dengan konsumen

  3. Menentukan level outsourcing


Selain itu, seperti yang telah dijelaskan diatas, SCM adalah suatu strategi, dimana strategi tersebut disusun dengan tujuan untuk mengoptimalkan seluruh rangkaian arus produk. Dengan begitu, perusahaan dapat beradaptasi dan memiliki keunggulan dalam persaingan pasar yang sangat dinamis.


Fungsi Penerapan Supply Chain Management

Fungsi Supply Chain Management SCM

Penerapan SCM memiliki beberapa fungsi yang dapat membantu perusahaan untuk mengelola arus produk efektif dan efisien. Secara umum terdapat 3 fungsi utama dari supply chain management, yaitu fungsi fisik, fungsi mediasi dan fungsi biaya. Berikut penjelasan lengkap dari ketiga fungsi SCM :


Fungsi Fisik

Aktivitas produksi merupakan salah satu contoh dari fungsi fisik supply chain management. Tahapan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi dan juga biaya yang terpakai selama prosesnya juga termasuk dalam fungsi fisik SCM.


Fungsi Mediasi

Fungsi supply chain management sebagai mediasi terjadi ketika perusahaan melakukan hubungan dengan pemasok untuk melakukan pengadaan stok barang seperti bahan baku. Contoh lain fungsi mediasi SCM yaitu ketika perusahaan memiliki relasi dengan distributor agar stok barang yang dimiliki perusahaan dapat sampai kepada konsumen akhir.


Fungsi Biaya

Pengelolaan biaya yang digunakan untuk aktivitas operasional perusahaan seperti riset pasar, desain produk, dan biaya operasional arus produk, maka hal tersebut merupakan fungsi biaya dalam supply chain management.


Tahapan Penting dalam Supply Chain Management

Tahapan Supply Chain Management SCM

Supply chain management merupakan serangkaian aktivitas yang kompleks, mulai dari persiapan proses produksi, hingga pemenuhan kebutuhan konsumen dengan hasil produksi. Secara umum, setidaknya terdapat lima tahapan penting dalam SCM, yaitu :


Perencanaan

Melakukan perencanaan dapat membantu keseluruhan rangkaian supply chain management menjadi lebih efisien. Dalam tahap ini, perencanaan meliputi perkiraan permintaan konsumen, perencanaan pengadaan dan pembelian, perencanaan proses produksi hingga persiapan penggunaan tenaga kerja dan pengiriman. Proses ini berisikan kegiatan pengumpulan data yang berguna untuk mengurangi resiko yang akan terjadi selama proses produksi hingga pengiriman produk kepada pelanggan.


Pengadaan

Hubungan antara perusahaan dan pemasok sangat penting dalam supply chain management. Setelah mengetahui perkiraan permintaan pasar, perusahaan dapat melakukan pengadaan stok barang dengan harga terbaik, jumlah yang tepat dan diwaktu yang tepat pula. Tentunya perusahaan ingin menghasilkan produk yang terbaik untuk pelanggan mereka, maka dari itu, perusahaan perlu melakukan pengecekan kondisi dan melakukan pemilihan supplier yang tepat sesuai dengan kualitas standar dari perusahaan.


Produksi

Pada tahap produksi, didalamnya terdapat proses pengolahan bahan baku menjadi barang jadi. Selain itu dalam tahap produksi juga meliputi uji coba produk hingga pengemasannya. Dengan begitu, kualitas produk yang dihasilkan dapat terjaga sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahan. Sehingga, pihak konsumen akan puas dengan produk yang dibeli dan meningkatkan impresi yang baik bagi perusahaan.


Transportasi dan Pengiriman

Pada tahap ini, perusahaan perlu menentukan secara tepat transportasi yang akan digunakan untuk memindahkan pasokan bahan dan produk. Pengelolaan jaringan distribusi dalam supply chain management menjadi hal yang penting untuk diperhatikan pada tahap ini, agar prosesnya dapat berjalan dengan efektif dan efisien.


Pengembalian

Tahap pengembalian umumnya terjadi ketika ada konsumen yang mengajukan pengembalian akibat kerusakan, kekeliruan, atau keterlambatan. Perusahaan perlu memiliki perencanaan untuk melayani proses pengembalian seperti pemeriksaan kondisi produk, otorisasi pengembalian, penggantian produk dan penjadwalan pengiriman, hingga pengembalian uang.


Tips Optimalisasi Supply Chain Management

Tidak dapat dipungkiri bahwa supply chain management bisa menjadi rangkaian kegiatan yang sangat kompleks. Semakin besar bisnis Anda maka semakin kompleks pula supply chain management perusahaan. Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk mengoptimalisasi supply chain management. Pertama, perusahaan perlu membangun hubungan baik dengan pihak pemasok. Membangun kemitraan yang baik dengan pemasok memiliki dampak pada kesuksesan SCM. Perusahaan perlu membatasi jumlah pemasok dengan kriteria memiliki keunggulan saja yang bisa diajak bekerja sama.


Strategi yang kedua adalah meningkatkan layanan pada konsumen dengan berfokus pada proses supply chain management yang efektif dan efisien. Untuk dapat meningkatkan layanan pelanggan yaitu dengan meningkatkan frekuensi pengiriman produk yang lebih cepat dimana pelanggan akan puas dengan ketepatan waktu tersebut. Dan juga membuat layanan pada tahap pengembalian menjadi efisien.

Solusi Optimalisasi Supply Chain Management SCM

Strategi optimalisasi SCM yang terakhir yaitu dengan bantuan teknologi. Menerapkan teknologi pada proses supply chain management, perusahaan tidak hanya dapat menyederhanakannya tetapi juga mengoptimalkannya dengan meningkatkan efisiensi setiap proses yang terlibat dalam SCM. Selain itu, dengan bantuan teknologi, perusahaan dapat memastikan pengadaan bahan baku dari pemasok dalam waktu dan jumlah yang tepat, sehingga tidak perlu ada penundaan yang menghambat pemenuhan kebutuhan.


Prieds solusi Supply Chain Management yang cocok untuk segala Industri

Dengan kemajuan teknologi seperti Software manajemen supply chain, Perusahaan dapat lebih mudah untuk mengumpulkan informasi kinerja supply chain. Sehingga perusahaan dapat melakukan evaluasi kinerja dan meningkatkan penjualan produk.


Sebagai startup penyedia Software Manajemen Suply Chain, Prieds Technology hadir sebagai solusi manajemen supply chain melalui software yang dapat terhubung dengan hardware melalui teknologi IoT, software ERP dan WMS. Beragam fitur dari Software Manajemen Suply Chain Prieds dapat membantu supply chain bisnis menjadi lebih efisien, efektif dan akurat.


Anda dapat mempelajari lebih lanjut terkait solusi manajemen supply chain melalui konsultasi dengan tim ahli Prieds. Dapatkan kemudahan saat mengukur kinerja manajemen supply chain dan rasakan beragam keuntungan dengan menerapkan Software Manajemen Suply Chain Prieds pada bisnis Anda.

161 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

コメント


bottom of page