top of page

Mengelola Biaya Produksi pada Perusahaan Manufaktur secara Akurat dengan ERP

Diperbarui: 27 Nov 2023

Aktivitas produksi adalah kegiatan operasional utama pada sebuah perusahaan yang bergerak pada industri manufaktur. Dalam menjalankan fungsi produksi, perusahaan tentu membutuhkan penghitungan biaya produksi, mulai saat proses pengolahan bahan baku, hingga menjadi barang setengah jadi ataupun produk akhir yang siap dipasarkan.


Menghitung dan mengelola biaya produksi merupakan aktivitas yang kompleks dan membutuhkan akurasi yang tinggi. Karena dalam biaya produksi terdapat beberapa jenis pengeluaran yang membutuhkan bermacam-macam metode dan rumus hitung.


Pengertian Biaya Produksi

Biaya produksi merupakan jenis biaya yang perusahaan keluarkan dalam proses pengelolaan yang bertujuan untuk menghasilkan produk akhir. Jadi, biaya produksi atau production cost dihitung mulai dari proses awal pengolahan bahan baku sampai dengan menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, yang akan diakumulasikan menjadi satu dan dibebankan kepada perusahaan.


Selanjutnya, biaya produksi tersebut akan dihitung untuk setiap unit produk yang bertujuan untuk memudahkan perusahaan dalam menghitung dan mengambil keuntungan dari penjualan produk. Biaya produksi jugalah yang akan menciptakan adanya harga pokok suatu produk pada akhir periode akuntansi.

Biaya produksi Perusahaan Manufaktur

Perlu Anda ketahui bahwa biaya produksi atau production cost juga memiliki karakteristik yang berbeda dengan biaya operasional perusahaan. Biaya operasional adalah biaya yang digunakan untuk mendukung sistem manajerial sebuah perusahaan. Sedangkan, biaya produksi adalah biaya yang diperlukan untuk mengelola barang siap jual di pasaran.


Nah, biaya produksi kemudian dibagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Berikut ini penjelasan lengkap tentang apa itu biaya untuk bahan baku, tenaga kerja, dan overhead.


Jenis-jenis Biaya Produksi pada Perusahaan Manufaktur

Dalam menjalankan proses produksi, perusahaan tentu membutuhkan biaya sebagai modal untuk menciptakan produk yang siap dipasarkan. Secara umum, setidaknya terdapat 5 jenis biaya produksi pada industri manufaktur yang perlu diketahui, diantaranya yaitu :

  1. Biaya Tetap. Biaya ini merupakan jenis pengeluaran perusahaan yang jumlahnya tidak akan berubah, meskipun jumlah produksi barang meningkat maupun menurun. Sehingga, biaya ini dapat dianggarkan secara akurat.

  2. Biaya Rata-Rata. Biaya rata-rata merupakan biaya per unit yang diperoleh dari perhitungan rata-rata total pengeluaran dan jumlah hasil produksi. Biaya rata-rata dibutuhkan oleh perusahaan sebagai salah satu landasan dalam menentukan keputusan produksi berikutnya.

  3. Biaya Variabel. Biaya ini merupakan jenis pengeluaran perusahaan yang nominalnya bergantung pada output yang dihasilkan perusahaan. Semakin tinggi jumlah produksi, maka biaya variabel juga semakin tinggi. Contoh biaya variabel adalah biaya pembelian bahan baku. Pada umumnya, pengeluaran untuk pembelian bahan baku dipengaruhi oleh jumlah hasil produksi.

  4. Biaya Marginal. Biaya ini juga dikenal sebagai pengeluaran tambahan yang digunakan untuk meningkatkan produksi. Biaya marginal membantu perusahaan dalam memaksimalkan kegiatan operasional secara menyeluruh agar perusahaan dapat meraih keuntungan maksimal.

  5. Biaya Total. Merupakan akumulasi dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya total memberikan informasi terkait total pengeluaran perusahaan selama proses produksi berjalan. Yang termasuk dalam biaya total diantaranya yaitu biaya bahan baku, administrasi, dan pemasaran.


Jenis Biaya Produksi Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur menggunakan dan mengelola biaya produksi yang akan digunakan untuk membuat barang hingga siap jual. Dalam biaya produksi, juga terdapat beberapa unsur lain yang mempengaruhi kelancaran proses produksi, yaitu :


Biaya Bahan Baku

Unsur pertama dalam biaya produksi adalah biaya bahan baku. Biaya bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh bahan utama dalam menciptakan produk. Biaya bahan baku meliputi biaya-biaya pembelian material, biaya pengiriman serta biaya pergudangan hingga bahan baku siap diolah. Pada umumnya, pencatatan pembelian bahan baku perlu dipastikan kembali kesesuaian dengan nominal yang tertera pada faktur pembelian.


Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead pabrik merupakan biaya tambahan yang terjadi ketika proses produksi suatu produk, seperti biaya bahan tambahan, proses pengawasan produksi, serta pajak. Biaya overhead pabrik diperhitungkan dalam laporan laba rugi setelah periode akuntansi berakhir.


Biaya Tenaga Kerja Langsung

Tenaga kerja langsung adalah karyawan perusahaan yaitu tenaga kerja yang ada pada bagian produksi. Sehingga, biaya tenaga kerja langsung adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar gaji karyawan di bagian produksi. Gaji karyawan dihitung mulai dari pengolahan bahan baku hingga menjadi produk siap jual. Selain gaji karyawan, biaya lain seperti tunjangan dan asuransi karyawan juga termasuk dalam biaya tenaga kerja langsung.


Kelola Biaya Produksi secara Akurat dengan Menerapkan ERP dari Prieds

Dalam proses produksi, perusahaan tidak hanya berfokus pada operasional yang berkaitan dengan pengolahan bahan menjadi produk, tetapi juga harus memperhatikan biaya-biaya yang dibutuhkan agar keseluruhan proses berjalan dengan optimal. Untuk itu, perusahaan membutuhkan ketelitian dalam mengelola biaya produksi, agar perusahaan dapat menghasilkan keuntungan. Penerapan software ERP pada perusahaan dapat mempermudah dan mengoptimalkan aktivitas pengelolaan produksi, baik dari operasional maupun finansial melalui akurasi data, efisiensi operasional bisnis, meningkatkan visibilitas, hingga meningkatkan efektivitas dan akurasi pemenuhan pesanan.


Sebagai startup penyedia Software ERP yang dapat dikustomisasi dan diintegrasikan sesuai kebutuhan bisnis, Prieds Technology hadir sebagai solusi pengelolaan biaya produksi secara akurat melalui integrasi antara hardware dengan software. Beragam fitur dan modul dari yang ditawarkan pada ERP Prieds dapat membantu perusahaan untuk melakukan aktivitas produksi, melakukan perencanaan dengan data yang lengkap dan akurat melalui satu sistem terpusat. Dengan begitu, seluruh data yang berkaitan dengan biaya produksi dapat tersimpan dengan lengkap dan pencatatan otomatis membuat data yang dihasilkan menjadi lebih akurat.


Anda dapat mempelajari lebih lanjut terkait pengelolaan biaya produksi secara akurat dengan menggunakan Software ERP yang terintegrasi, melalui konsultasi dengan tim ahli Prieds. Dapatkan software ERP dengan fitur dan modul lengkap, keamanan terbaik dan kemudahan penggunan yang sesuai dengan kebutuhan pada perusahaan.


356 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page