Receiving Capacity: Arti, Fungsi, Cara Pengelolaan & Optimalisasi dengan WMS
- Kevin Ramadhani

- 6 hari yang lalu
- 4 menit membaca
Kelancaran pada proses inbound menjadi faktor penting bagi efisiensi seluruh alur manajemen inventory. Salah satu aspek penting dalam tahap ini yaitu adalah Receiving Capacity, atau kemampuan kapasitas gudang dalam menerima dan menangani barang masuk secara optimal.Ā
Jika Receiving Capacity tidak dikelola dengan baik, operasional gudang akan terkendala, baik akibat penumpukan barang, keterlambatan putaway, hingga gangguan terhadap aktivitas outbound.

Arti Receiving Capacity dalam Manajemen Inventory
Receiving Capacity adalah kapasitas maksimum gudang untuk menerima, memverifikasi, dan memproses barang masuk dalam periode waktu tertentu tanpa mengganggu proses manajemen inventory secara keseluruhan. Kapasitas ini mencakup berbagai faktor, seperti jumlah dock door, tenaga kerja, peralatan handling, sistem pencatatan, serta ketersediaan ruang sementara (staging area).
Receiving Capacity tidak hanya soal volume barang yang datang, tetapi juga kemampuan manajemen inventory perusahaan dalam memproses barang tersebut secara cepat, akurat, dan terkontrol agar siap masuk ke tahap berikutnya seperti inspeksi, segregasi, dan putaway.
Fungsi Receiving Capacity dalam Manajemen Inventory
Pengelolaan Receiving Capacity yang tepat memiliki beberapa fungsi penting bagi kelancaran manajemen inventory, seperti:
1. Menjaga Efisiensi Proses Inbound
Receiving Capacity yang optimal membantu perusahaan untuk memastikan barang dapat diterima sesuai jadwal tanpa mengakibatkan penumpukan di area dock.
2. Mengurangi Hambatan Manajemen Inventory
Dengan kapasitas penerimaan gudang yang maksimal perusahaan dapat mencegah keterlambatan proses manajemen inventory, seperti putaway dan replenishment.
3. Menjamin Akurasi Data Persediaan
Proses receiving yang dilakukan dengan baik juga berfungsi untuk memastikan jumlah, kondisi, dan informasi barang tercatat dengan akurat sejak awal.
4. Perencanaan Stok yang Tepat
Receiving Capacity yang stabil memungkinkan perusahaan untuk menganalisis data inbound, sehingga perencanaan inventory menjadi lebih tepat sesuai kebutuhan.
Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Receiving Capacity
Untuk dapat memaksimalkan Receiving Capacity dalam gudang, perusahaan perlu memperhatikan beberapa faktor penting berikut:
1. Jumlah dan Tata Letak Dock Door
Jumlah dock door menentukan banyaknya kendaraan yang dapat diproses secara bersamaan, sedangkan tata letak mempengaruhi kelancaran alur inbound, sehingga Receiving Capacity dapat dimaksimalkan.
2. Kecepatan Proses Bongkar Muat
Kecepatan bongkar muat merupakan faktor penting dalam meningkatkan throughput inbound. Proses yang efisien memungkinkan lebih banyak barang diterima dalam waktu singkat, sehingga Receiving Capacity dapat dioptimalkan.
3. Kapasitas Staging dan Buffer Area
Staging area berfungsi sebagai area penyimpanan sementara sebelum barang disimpan dalam gudang. Kapasitas staging yang memadai mencegah penumpukan di dock door dan menjaga aliran receiving tetap optimal.
4. Jumlah Ketersediaan Tenaga Kerja
Receiving Capacity dipengaruhi oleh ketersediaan dan keterampilan tenaga kerja. Tenaga kerja yang cukup dan terlatih mampu mempercepat proses penerimaan serta mengurangi kesalahan operasional selama proses manajemen inventory berlangsung.
5. Metode Pencatatan dan Verifikasi Barang
Metode pencatatan yang efisien dapat mempercepat proses verifikasi barang masuk serta memaksimalkan Receiving Capacity dalam gudang. Untuk dapat meraih hal tersebut, penggunaan teknologi RFID dan WMS diperlukan agar proses penerimaan lebih efisien.
Cara Mengelola Receiving Capacity yang Optimal
Untuk dapat mengelola Receiving Capacity dalam gudang secara optimal, perusahaan dapat mengikuti beberapa tips berikut:
1. Penjadwalan Inbound yang Terstruktur
Mengatur jadwal kedatangan dan penerimaan barang berdasarkan kapasitas aktual gudang membantu menghindari penumpukan stok pada area receiving.
2. Menetapkan Standar Proses ReceivingĀ
Prosedur penerimaan yang konsisten akan mempercepat proses pengelolaan barang dan meminimalkan kesalahan selama proses manajemen inventory berlangsung.
3. Pemanfaatan Area Staging Secara Optimal
Dengan memanfaatkan staging area secara optimal, perusahaan dapat menjaga aliran barang masuk agar tetap lancar sebelum dialokasikan ke lokasi penyimpanan.
4. Evaluasi Kapasitas Secara Berkala
Mengukur kinerja proses receiving secara rutin membantu perusahaan untuk menyesuaikan kapasitas gudang dengan pertumbuhan volume stok yang dikelola.
Peran Teknologi RFID dan WMS dalam Mengoptimalkan Receiving Capacity
Penerapan teknologi RFID dan WMS merupakan solusi untuk dapat mengoptimalkan Receiving Capacity gudang. Teknologi ini memiliki beberapa peran penting seperti:
1. Otomatisasi Proses Identifikasi Barang Masuk
Teknologi RFID dan WMS memungkinkan identifikasi barang masuk dilakukan secara otomatis. Hal ini mempercepat proses receiving dan verifikasi barang sebelum disimpan di area yang telah ditentukan dalam gudang.
2. Visibilitas Receiving Capacity Secara Real-Time
Penggunaan Teknologi RFID dan WMS memberikan perusahaan data real-time terkait seluruh proses manajemen inventory, termasuk volume inbound dan beban area receiving. Dengan informasi ini, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas pada Receiving Capacity dan mengelola kapasitas penerimaan secara lebih akurat dan responsif.
3. Proses Verifikasi dan Pencatatan lebih Cepat
Data dari Teknologi RFID akan secara langsung tersimpan pada WMS. Hal ini tentu memudahkan proses verifikasi jumlah dan status barang menjadi lebih cepat dan minim kesalahan, sehingga throughput receiving meningkat.
4. Optimalisasi Alokasi Staging dan Putaway
WMS dan Teknologi RFID dapat membantu perusahaan untuk mengoptimalkan penggunaan area staging dan memperlancar proses putaway. Alur ini mengurangi penumpukan di area receiving dan mempercepat proses penyimpanan barang.
5. Analisis dan Evaluasi Kapasitas Area Penerimaan
Data dari Teknologi RFID dan WMS dapat dianalisis untuk mengevaluasi Receiving Capacity gudang. Informasi ini membantu gudang melakukan perencanaan kapasitas, tenaga kerja, dan infrastruktur secara lebih tepat.
Tingkatkan Receiving Capacity Gudang dengan Dukungan Teknologi RFID dan WMS Prieds
Receiving Capacity merupakan faktor penting dalam manajemen inventory yang berperan langsung terhadap kelancaran operasional gudang. Pengelolaan Receiving Capacity yang baik membantu gudang menghindari kendala, meningkatkan efisiensi, dan menjaga kualitas layanan. Dengan menerapkan Teknologi RFID dan WMS, perusahaan dapat mengoptimalkan kapasitas penerimaan secara real-time, terukur, dan maksimal.
Sebagai penyedia Teknologi RFID, Prieds menawarkan perangkat yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengelola Receiving Capacity dalam manajemen inventory. Teknologi ini mendukung pencatatan stok secaraĀ akurat, pelacakan stok yang baru diterima dalam gudang secara real-time, memastikan pengelolaan dan putaway stok secara tepat, dan mengotomatisasi proses manajemen inventory secara keseluruhan.
RFID dari PriedsĀ dapat diintegrasikan dengan WMS, sehingga memberikan perusahaan fleksibilitas dan kemudahan untuk mengelola Receiving Capacity dalam gudang. KonsultasiĀ dengan tim ahli Prieds untuk mengetahui solusi teknologi RFID dan sistem yang tepat bagi bisnis Anda.





