Putaway Lag: Pengertian, Fungsi, Penyebab, Dampak & Optimalisasi dengan WMS
- Kevin Ramadhani

- 7 Des 2025
- 4 menit membaca
Efisiensi proses penyimpanan barang merupakan salah satu aspek penting dalam operasional gudang. Salah satu indikator yang dapat digunakan perusahaan untuk mengukur kecepatan dan ketepatan penyimpanan barang yaitu adalah Putaway Lag.Ā
Dengan mengukur indikator ini, perusahaan dapat mengetahui seberapa cepat barang dari receiving area dapat ditempatkan ke lokasi rak penyimpanan yang sesuai. Semakin rendah Putaway Lag maka semakin efisien operasional gudang.

Pengertian Putaway Lag
Putaway Lag merupakan indikator yang dapat menghitung selisih waktu antara barang diterima di area receiving hingga barang di proses untuk ditempatkan ke lokasi penyimpanan dalam gudang. Indikator ini menunjukkan kecepatan alur penempatan barang, yang mempengaruhi akurasi stok dan keseluruhan operasional gudang.
Sebagai contoh sederhana, Perusahaan A menerima barang dari supplier pada pukul 9.00 pagi. Namun barang tersebut baru masuk dan disimpan diĀ dalam gudang pada pukul 13.00. Selisih waktu antara kedatangan dan putaway selama 4 Jam, yang menandakan terdapat Putaway Lag selama 4 jam.
Pentingnya Menghitung Putaway Lag
Perhitungan Putaway Lag memiliki beberapa fungsi penting bagi kelancaran pengelolaan stok perusahaan, diantaranya seperti:
1. Mengukur Efisiensi Proses Putaway
Putaway Lag dapat menunjukkan waktu yang dibutuhkan oleh staf gudang untuk menyelesaikan proses putaway sejak barang tiba di area penerimaan.
2. Mengidentifikasi Kendala Operasional
Nilai Putaway Lag yang tinggi dapat menggambarkan adanya masalah saat proses penyimpanan, baik disebabkan oleh tenaga kerja, layout, atau koordinasi staf gudang.
3. Menjaga Akurasi Persediaan
Barang yang terlalu lama dibiarkan di area receiving tidak langsung tercatat sebagai stok. Dengan mengukur Putaway Lag, perusahaan dapat mengoptimalkan proses ini, sehingga jumlah stok dalam gudang akurat.
4. Meningkatkan Kemampuan Pemenuhan Pesanan
Proses putaway yang cepat menandakan ketersediaan stok lebih cepat diperbarui. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kemampuan pemenuhan pesanan dari konsumen.
Beberapa Hal yang Menyebabkan Terjadinya Putaway Lag
Tingginya Putaway Lag dalam pengelolaan barang umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain yaitu:
1. Keterbatasan Tenaga Kerja
Jumlah staf gudang yang bertugas pada area putaway tidak sesuai dengan kebutuhan dan volume barang yang diterima.
2. Layout Gudang Tidak Optimal
Lokasi penyimpanan yang jauh dari area penerimaan memicu tingginya Putaway Lag. Hal ini juga tentu akan berdampak pada keterlambatan pemenuhan pesanan.
3. Informasi Stok Tidak Diperbarui
Tanpa adanya metode pencatatan otomatis, staf gudang yang bertugas untuk proses putaway membutuhkan waktu lebih untuk mengecek lokasi kosong secara manual.
4. Tidak Ada Prioritas Penyimpanan Barang
Putaway Lag juga dapat disebabkan oleh pengelolaan barang tidak berdasarkan prioritas atau tingkat permintaan, sehingga terjadi penumpukan barang di area penerimaan.
Dampak dari Putaway Lag
Putaway Lag yang tinggi dan tidak segera dikelola dengan baik dapat menimbulkan beberapa permasalahan dalam pengelolaan stok, seperti:
1. Jumlah Persediaan Tidak Akurat
Barang yang belum belum masuk ke area penyimpanan umumnya belum tercatat dalam catatan persediaan. Hal ini membuat data persediaan menjadi tidak akurat.
2. Penumpukan di Area Penerimaan
Putaway Lag yang tinggi dapat mengganggu aktivitas penerimaan barang, karena terdapat beberapa stok yang belum dipindahkan, mengakibatkan penumpukan di area penerimaan.
3. Meningkatkan Risiko Kerusakan atau Kehilangan Barang
Barang yang terlalu lama diam di area penerimaan dan tidak segera disimpan sesuai dengan prosedur lebih rentan terhadap resiko kerusakan atau kehilangan.
4. Menghambat Proses Picking
Putaway Lag yang lama juga berdampak pada proses picking, terutama barang yang mengalami kelangkaan di area penyimpanan.
5. Biaya Operasional Meningkat
Untuk mengatasi penumpukan di area penerimaan, perusahaan perlu menambah tenaga kerja untuk melakukan proses putaway. Ditambah lagi terdapat kemungkinan resiko kerusakan barang.
Cara Mencegah Terjadinya Putaway Lag
Untuk dapat menghindari Putaway Lag dalam pengelolaan stok, perusahaan dapat menerapkan beberapa strategi berikut:
1. Menyusun Prioritas Putaway Berdasarkan SKU
Jenis barang dalam kategori fast-moving dapat diprioritaskan untuk dilakukan proses putaway terlebih dahulu dan disimpan di area yang strategis dekat dengan area pengemasan.
2. Maksimalkan Layout Gudang
Gunakan rak vertikal untuk penyimpanan dan beri jarak yang cukup agar proses putaway dan picking menjadi lebih efisien. Beri juga penanda yang jelas di setiap rak agar penyimpanan stok sesuai dengan letaknya.
3. Memberikan Pelatihan Staf Gudang
Untuk menghindari penumpukan barang di area penerimaan serta meminimalisir Putaway Lag, perusahaan dapat melatih staf untuk membantu putaway saat volume meningkat.
4. Evaluasi Putaway Lag secara Rutin
Setiap perusahaan menerima barang, lakukan juga proses pengukuran Putaway Lag untuk mengetahui hambatan yang terjadi di area penerimaan maupun penyimpanan.
Peran WMS dalam Mengoptimalkan Putaway Lag
Warehouse Management System (WMS) memiliki peran penting dalam mengurangi Putaway Lag melalui alur kerja otomatis, pembaruan data real-time, dan rekomendasi alur operasional. Beberapa peran dari WMS untuk memperlancar proses putaway yaitu:
1. Penentuan Lokasi Putaway Otomatis
WMS dapat menentukan lokasi putaway secara otomatis berdasarkan ketersediaan slot kosong, dimensi barang, serta tingkat perputaran stok. Dengan hal ini, perusahaan dapat memperlancar proses penyimpanan stok.
2. Menerapkan Prioritas Putaway
WMS dapat mengatur prioritas putaway dengan mengurutkan SKU yang memiliki volume kedatangan besar. Dengan alur kerja terstruktur, potensi penumpukan barang di area penerimaan dapat diminimalkan, sehingga Putaway Lag dapat ditekan.
3. Pembaruan Data Stok Real-Time
Setiap kali barang dipindahkan ke area penyimpanan, WMS akan langsung memperbarui data stok secara real-time sehingga tidak ada selisih jumlah stok. Pembaruan otomatis ini juga memungkinkan staf untuk mempercepat pemenuhan pesanan.
4. Menggabungkan Proses Receiving dan Putaway
WMS dapat memperlancar operasional gudang dengan menggabungkan aktivitas putaway dan receiving dalam satu perjalanan. Penggabungan proses ini akan meningkatkan efisiensi operasional gudang, sekaligus mengurangi Putaway Lag.
5. Monitor Putaway Lag Berkala
Dengan WMS perusahaan akan memiliki visibilitas menyeluruh terhadap operasional gudang, sehingga pengawasan proses pengelolaan barang menjadi lebih intensif. Hal ini memberikan perusahaan kemudahan untuk memonitor Putaway Lag beserta penyebabnya.
Atasi Putaway Lag dengan Optimal melalui WMS Prieds
Putaway Lag merupakan salah satu indikator yang dapat menunjukkan efisiensi operasional gudang dalam memindahkan barang, dari area penerimaan ke lokasi penyimpanan. Nilai Putaway Lag yang rendah menunjukkan alur putaway yang cepat, akurat, dan efisien, begitu pula sebaliknya.
Dengan menerapkan strategi dan cara pengelolaan Putaway Lag, serta penerapan Warehouse Management System (WMS), perusahaan dapat mengotomatisasi proses, meningkatkan efisiensi putaway, memprioritaskan penyimpanan stok, dan memonitor kinerja secara real-time.
Sebagai penyedia WMS, Prieds menawarkan perangkat yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam menerapkan perhitungan Putaway Lag dalam manajemen stok. Teknologi ini mendukung pencatatan stok yang akurat, pelacakan barang secara real-time, memastikan kelancaran alur penerimaan dan penyimpanan, serta mengotomatisasi pembaruan data persediaan dengan akurat.
WMS dari PriedsĀ juga dapat diintegrasikan denganĀ RFID, sehingga memberikan perusahaan fleksibilitas dan kemudahan untuk mengoptimalkan Putaway Lag dalam gudang. KonsultasiĀ dengan tim ahli Prieds untuk mengetahui solusi teknologi RFID dan Sistem yang tepat bagi bisnis Anda.





