Cara Memimpin Bisnis Melewati Krisis

Cara Memimpin Bisnis Melewati Krisis. Mungkin, Anda sudah dalam tahap jenuh dan frustasi dalam memimpin bisnis melewati krisis di masa pandemi COVID-19. Krisis ini begitu mempengaruhi ekonomi di seluruh dunia, bahkan di Australia setelah 29 tahun, baru kali ini terjadi tanda-tanda resesi.

“The true test of leadership is how well you function in a crisis.” Brian Tracy

Bagi kita, jelas bahwa penekanan utama adalah harus pada mitigasi penyakit itu sendiri. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa dampak ekonomi juga sangat signifikan, dan banyak perusahaan dan entrepreneur merasakan kesulitan untuk memahami, bereaksi, dan belajar dari peristiwa yang berlangsung dengan cepat dan berganti setiap jam.

Kita dapat melihat ada usaha yang siap, dan ada yang tidak. Perusahaan yang sudah memperlengkapi dirinya dengan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Enterprise Resource Planning (ERP), dan sudah terbiasa dengan work-from-home mungkin bisa mengatur bisnis lebih baik, dibandingkan perusahaan konvensional yang terbiasa dengan kerja hanya dari kantor. Kesiapan antar usaha sangatlah berbeda. Bayangkan jika restoran selama ini hanya berjualan offline, bagaimana cara bertahan tanpa ada pemasukan? Mungkin hal ini pun berbeda dengan usaha makanan yang selama ini sudah bergantung pada metode online.

Oleh karena itu, mengingat tingkat kesiapsiagaan yang sangat berbeda di seluruh perusahaan, ada baiknya mencoba melihat lagi apa yang telah kita pelajari sejauh ini. Harvard Business Review membuat analisis untuk 12 cara memimpin bisnis untuk menanggapi situasi bisnis yang sedang berlangsung, cara berkomunikasi, dan bagaimana menerapkannya. Tim PRIEDS berusaha merangkumnya untuk Anda.

Baca juga : Inovasi Bisnis Pasca COVID-19: Fokus pada 5 Hal Ini.

Ketahui Beberapa Cara untuk Memimpin Bisnis Melewati Krisis

Percepat Siklus Bisnis

Dalam memimpin bisnis melewati krisis, situasi dapat berubah setiap saat dan setiap waktu. Oleh karena itu, sesuaikan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan supply chain yang lebih pendek dibandingkan sebelumnya. Gunakan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) seperti production, document management, dan lainnya untuk memudahkan Anda.

Kita juga harus berhati-hati dengan informasi dan komunikasi, karena itu adalah tantangan terbesar dalam remote working di masa sekarang ini. Jangan pernah berasumsi!

Birokrasi → Fleksibilitas

Perusahaan dituntut untuk bergerak lebih cepat, dan salah satu kelebihan start-up yang harus dipelajari oleh perusahaan konvensional adalah fleksibilitas. Startup seperti Gojek sudah menerapkan konsep work from home dan tidak ada absensi karyawan sejak didirikan hingga sekarang. Pengambilan keputusan secara bottom-up di setiap fungsi membantu perusahaan dengan cepat bergerak untuk memitigasi krisis. Gunakan Document Management System untuk mengatur proses approval agar lebih cepat dan mudah.

Cara Memimpin Bisnis

Future of Working Area Post-COVID (Courtesy of Forbes)

“Resilience Principles”

Resilience, atau kemampuan untuk survive dan thrive melalui hal-hal yang terus berubah dan unpredictacble, adalah prinsip yang harus dianut bagi setiap bisnis. Mindset “stabil” yang dimiliki olebih perusahaan besar harus diubah, dan diganti untuk menanggapi situasi dengan dinamis. Ada enam karakteristik yang harus direfleksikan dalam respon terhadap krisis.

  1. Redundancy –– selalu siap siaga dengan opsi kedua, dalam masa stabil memang sepertinya redundant, tapi di masa krisis, hal ini sangat penting. Misalnya, opsi kedua untuk manufacturing supply chain.

  2. Diversity –– libatkan semua aspek dalam crisis management, misalnya jangan hanya pada dimensi finance atau logistik saja, tapi keseluruhan.

  3. Modularity –– ketika unit dalam organisasi dan sistem bisa dibuat modular, seperti sistem modul yang disediakan Prieds Technology, maka dalam jangka panjang lebih mudah untuk menyesuaikan.

  4. Evolvability –– selalu berjuang untuk optimisasi secara konstan dengan pasar. Di dalam krisis Anda bisa lebih jelas melihat siapa yang menang dan kalah.

  5. Prudence –– tidak ada yang bisa melihat masa depan, tetapi kita dapat membuat planning sebelum worst-case scenario terjadi.

  6. Embeddedness –– melihat ekosistem dengan holistik: customer, partner dan terus bangun rasa percaya, jangan egois karena bisnis tidak pernah berjalan sendiri.

Persiapan Sekarang untuk Krisis Selanjutnya

Cara Memimpin Bisnis

Remote work akan menjadi hal yang biasa (Courtesy of Pymnts)

Kita akan terus berharap bahwa krisis COVID-19 akan mengubah bisnis dan masyarakat kita dengan positif. Hal-hal yang dibicarakan di film kemungkinan akan terjadi dengan cepat. Hal ini akan memicu bidang-bidang seperti belanja online, pendidikan online, dan investasi kesehatan. Hal ini juga mengubah cara perusahaan mengubah supply chain mereka dan mengurangi ketergantungan pada beberapa pabrik besar. Perusahaan akan dituntut untuk terus berinovasi dan bergerak cepat dan teruslah berefleksi. Anda adalah orang yang paling tahu bagaimana cara menavigasi perusahaan Anda.

#Bisnis #COVID19 #Indonesia #NewNormal

0 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua