• Gabriel C Sudibyo

Bingung Bisnis Apa? Berikut 4 Bidang yang Menjanjikan di Indonesia!

Meski hampir semua bidang bisnis mengalami penurunan hebat di tahun 2019, geliat ekonomi sudah kembali naik terutama di tahun 2022!


Dimulai dari euforia belanja persiapan mudik hingga besarnya volume perjalanan pulang kampung, ekonomi Indonesia mulai menunjukkan pertumbuhan positif yang melegakan banyak pemilik usaha.


Sedang mempertimbangkan untuk mulai bisnis di tahun ini? Prieds mengumpulkan data dari klien dan testimoni dari pemilik usaha untuk jadi pertimbangan Anda mulai baru atau menambah area lain dari bisnis!


Table of Content

Bisnis Elektronik dan Aksesoris Handphone

Bisnis Fashion dan Tekstil

Bisnis Produk Kosmetik dan Perawatan Diri

Bisnis FMCG

Bisnis Kedai Kopi Kekinian

 

Peluang Usaha Tak Ada Matinya

Anda mungkin melihat bahwa industri yang disebutkan sudah Anda kenal sejak lama. Banyak jenis usaha baru yang bermunculan di masa pandemi, namun kebanyakan memiliki kendala dalam mengenalkan produk baru yang sedang diusung karena belum ramah di telinga masyarakat. Diperlukan reputasi dan brand yang solid untuk meyakinkan pelanggan membeli produk yang kurang umum.


Bagi Anda yang menginginkan usaha dengan risiko minimal, pasar yang kuat dan besar dengan daya beli tinggi, berikut ini daftar bidang menjanjikan yang tak lekang oleh waktu.


Bisnis Elektronik dan Aksesoris Handphone

Rupanya pasar elektronik masih memiliki peluang besar karena minimnya persaingan. Meskipun terlihat banyak tempat telah menjual perangkat elektronik, bergerak di bidang servis ataupun sparepart, hanya 80 dari 510 UKM yang menggeluti bidang ini. Mayoritas pelaku bisnis juga masih terkonsentrasi di pulau Jawa dan Batam.



Sedikitnya kompetitor bisnis di daerah memungkinkan Anda untuk memulai bisnis di bidang elektronik dan aksesoris handphone. Kemampuan pasar untuk elektronik juga cukup kuat, dengan rata-rata pemasukan bulanan Rp 5 juta - 7,5 juta menghabiskan 9% anggaran rumah tangga untuk membeli elektronik. Masyarakat berpenghasilan lebih dari 10 juta per bulan justru menjadi konsumen elektronik terbesar di Indonesia, yang pembeliannya meliputi elektronik audio (LP player, speaker, dsb), video, peralatan rumah tangga (vacuum cleaner, smart TV, dsb) dan smartphone.


Tidak hanya perabot elektronik, kebutuhan masyarakat akan gadget atau handphone juga terus meningkat sejak pandemi. Bahkan pada pandemi ini, penjualan smartphone meningkat hingga 70% dibanding tahun sebelumnya. Dengan penetrasi handphone di masyarakat Indonesia mencapai 70% juga, ini menandakan besarnya pasar bagi Anda yang ingin bergerak di bidang retail penjualan handphone dan aksesorisnya.


Bisnis Fashion dan Tekstil

Anda tidak perlu menjadi produsen untuk menggeluti bidang tekstil dan fashion ini, justru saat ini lebih banyak dibutuhkan gerai, distributor, dan penjual kepada customer secara langsung. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa konsumsi untuk pakaian dan alas kaki sudah membaik, namun lebih banyak produk yang terjual secara ekspor alih-alih di pasar domestik.

Ekspor pakaian jadi Indonesia naik 17,74% dibanding tahun lalu, dengan destinasi ekspor utama ke Amerika Serikat (56,13% dari total ekspor). Diperkirakan ini adalah imbas dari banjirnya produk fashion murah hasil impor. Bukan dari kurangnya minat beli, namun lebih pada tidak seimbangnya kompetisi harga antara produk lokal dengan impor.


Kapasistas industri tekstil tumbuh 14,47% dari tahun 2020, sementara volume produksi industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki naik 33,42%. Peningkatan produksi ini sayangnya belum disertai dengan daya beli dalam negeri karena kurangnya event promosi yang dapat menurunkan harga retail untuk bersaing dengan produk impor.


Ipsos, perusahaan riset pasar dunia, melakukan riset pada antusiasme masyarakat menghadapi harbolnas (hari belanja online nasional). Hasil survey menunjukkan 49% responden telah memiliki daftar produk yang mereka incar untuk dibeli saat event promosi, sementara 37% lainnya akan melihat penawaran yang ditawarkan di hari H dan 10% akan langsung berbelanja jika produk memiliki harga menarik.


Tidak hanya tentang minat beli, e-commerce di Indonesia juga memberikan kontribusi terhadap angka penjualan UMKM. Kemudahan bagi pelanggan dari seluruh area Indonesia untuk mengakses produk fashion memperluas jangkauan pasar tanpa biaya pemasaran yang mahal.


Bagi Anda yang mempertimbangkan untuk berbisnis di bidang ini, sepertinya sudah menjadi hal wajib untuk Anda memanfaatkan event promosi yang diadakan oleh e-commerce. Banyak kanal digital yang secara khusus menjual produk fashion, Anda bisa memanfaatkan penjualan daring untuk merambah pasar luar negeri dibandingkan hanya berkutat pada dalam negeri saja.


Bisnis Produk Kosmetik dan Perawatan Diri

Fenomena KPOP ternyata berdampak secara langsung pada minat masyarakat mengkonsumsi lebih banyak produk kecantikan. Jika sebelumnya terbatas pada merk besar, banyak UKM dalam negeri kini meluncurkan brand skincare mereka dengan kampanye penjualan online memanfaatkan model Korea. Saat ini pun semakin banyak pengguna media sosial yang mendongkrak penjualan berbagai skincare dan kosmetik berkat konten review mereka, berbagi tips perawatan wajah dengan berbagai range harga, hingga secara aktif menjadi endorser. Bidang kosmetik ini terbilang baru di pasar domestik Indonesia, terutama dengan munculnya banyak brand lokal dibandingkan lima tahun lalu.


Masih dari Badan Pusat Statistik, penjualan kosmetik pun dilansir naik 9,61% dibandingkan tahun lalu. Produk kecantikan dinilai memiliki pertumbuhan yang tinggi karena mencakup produk perawatan diri seperti make up, sabun wajah, krim, toner, dan sebagainya. Masyarakat Indonesia kini lebih peduli pada penampilan dan berlomba membeli produk kecantikan yang digunakan artis atau mendapatkan review dan rekomendasi yang mengesankan.



Ramainya pasar kosmetik juga diimbangi dengan pengadaan bahan baku yang melimpah. Kemenperin mendorong naiknya sumber aneka hayati untuk jadi modal bahan baku, terutama karena Indonesia adalah negara kedua setelah Brazil yang memiliki sumber hayati kosmetik bernilai tinggi.


Bagi Anda yang tertarik berbisnis di bidang ini, peluang pasar Anda sangatlah potensial dengan usia rata-rata masyarakat Indonesia saat ini di angka 28 tahun. Angka yang ideal karena daya beli masyarakat produktif tentu di atas lapisan lainnya, juga beririsan dengan usia rata-rata penggemar produk kosmetik.


Bisnis FMCG


Fast Moving Consumer Goods (FMCG) menjadi industri yang tak bergeming meski dihadang oleh pandemi sekalipun. Bahkan bidang ini mengalami kenaikan sebesar 8.8% pada tahun 2020. Dengan rata-rata orang Indonesia menghabiskan 19% total pengeluaran mereka untuk FMCG, dapat dikatakan bidang ini memiliki akar yang kuat dan sulit untuk ditumbangkan industri lainnya. Wajar, karena FMCG meliputi produk home care (perawatan rumah, seperti sabun pel, deterjen, dsb), produk makanan dan minuman, bahkan obat-obatan.


Keuntungan FMCG selain karena merupakan komoditas konsumsi sehari-hari, masyarakat juga memiliki akses yang dipermudah. Tidak hanya dari pasar konvensional, layanan antar belanja dan e-commerce juga kian memarakkan bidang FMCG saat COVID-19 menerpa.


FMCG kini menjadi lahan basah persaingan dengan banyaknya pelaku e-grocery, baik dari perusahaan berskala nasional yang memiliki waralaba swalayan ataupun pendatang baru. Bagi Anda yang ingin mencoba menguji peruntungan Anda di FMCG, berikut adalah peluang yang dapat Anda manfaatkan di 2022:

  • gencarkan promosi produk kesehatan dan kebersihan

  • migrasikan penjualan ke saluran digital

  • berikan harga miring untuk pembelanjaan dalam jumlah banyak atau grosir

  • manfaatkan pembayaran berbasis kasir online dan QRIS yang memudahkan Anda memantau transaksi keluar masuk dan melacak otomatis stok barang


Bisnis Kedai Kopi Kekinian

Anda mungkin kini lebih sering menjumpai waralaba kedai kopi kekinian dengan nama-nama autentik Indonesia dibandingkan 3-5 tahun silam. Kedai kopi, meskipun sempat terdampak pandemi, kini menjadi alternatif konsumen untuk pergi untuk sekedar nongkrong atau bahkan ganti suasana untuk bekerja saat WFH. Data Tahunan Konsumsi Kopi Indonesia juga menunjukkan terjadi peningkatan sekitar 13.9% (sekitar 258,000 ton).


Telah ada pergeseran dari cafe yang dulu dinilai high class menjadi lebih sederhana dan terjangkau untuk masyarakat. Kedai kopi dinilai memiliki balance antara tempat yang enak untuk ngobrol dengan tempat yang cukup kondusif untuk melakukan kerja. Dengan banyaknya perusahaan yang kini menerapkan WFA (work from anywhere), kedai kopi mendapatkan pelanggan barunya di samping jam seusai kantor.



Hadirnya banyak gerai kopi tidak menjadi persaingan sengit karena Anda tetap memiliki kesempatan untuk mendatangkan loyal customer gerai Anda. Anda bisa menjual produk kopi ini dalam kemasan untuk merambah pasar online melalui media sosial ataupun marketplace. Banyak pelanggan dengan preferensi kopi masing-masing yang cenderung membeli kopi dari merk yang sama alih-alih mencoba berpindah ke kompetitor lain. Sebuah kesempatan yang fair untuk bisnis kopi pemula pun asalkan Anda menghadirkan citarasa autentik gerai Anda sendiri.


Sudah mantapkah Anda dengan bidang bisnis mana yang ingin Anda lakukan?



45 tampilan1 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua