Storage Routing: Definisi, Fungsi, Jenis, Tips Mengelola & Optimalisasi
- Kevin Ramadhani

- 40 menit yang lalu
- 4 menit membaca
Kecepatan dan ketepatan alur pergerakan barang merupakan faktor penting untuk menjaga kelancaran proses pengelolaan gudang. Setiap barang yang masuk, dipindahkan, hingga keluar dari gudang memerlukan jalur perpindahan yang terencana agar tidak terjadi penumpukan aktivitas, kesalahan penempatan, maupun pemborosan waktu kerja.
Salah satu konsep yang berperan penting untuk menjaga danĀ mengatur alur perpindahan tersebut adalah Storage Routing. Dengan pengaturan rute penyimpanan yang tepat, gudang dapat mengoptimalkan penggunaan ruang, mempercepat proses putaway dan picking, serta mengurangi pergerakan yang tidak efisien.

Definisi Storage Routing dalam Pengelolaan Gudang
Storage Routing adalah metode pengaturan alur atau rute perpindahan barang di dalam pengelolaan gudang yang dirancang untuk memastikan proses penyimpanan, pengambilan, dan pemindahan barang dapat dilakukan secara efisien.
Dengan adanya alur pengelolaan barang yang jelas, pergerakan staf, forklift, maupun conveyor dapat berjalan lebih terstruktur sehingga dapat mempersingkat waktu pemenuhan pesanan dan mengurangi potensi kesalahan operasional.
Fungsi Storage Routing dalam Pengelolaan Gudang
Penerapan Storage Routing memiliki beberapa fungsi penting yang dapat membantu perusahaan untuk mengoptimalkan pengelolaan gudang, seperti:
1. Mengoptimalkan Alur Pergerakan Barang
Storage Routing membantu mengatur jalur perpindahan barang agar tidak terjadi pergerakan yang tidak efisien. Hal ini dapat mempercepat proses waktu pemenuhan pesanan secara keseluruhan.
2. Mengurangi Travel Time
Dalam aktivitas gudang, sebagian besar waktu kerja staf gudang digunakan untuk mengambil dan menyimpan barang. Dengan routing yang tepat, jarak tempuh dapat diminimalkan sehingga produktivitas meningkat.
3. Menghindari Hambatan dalam Pengelolaan Gudang
Gudang dengan aktivitas tinggi sering mengalami hambatan pada jalur tertentu. Storage Routing membantu mengatur jalur operasional sehingga aktivitas inbound dan outbound dapat berjalan lebih lancar.
4. Meningkatkan Akurasi Penempatan Barang
Storage Routing yang terstruktur membantu perusahaan untuk memastikan barang ditempatkan di lokasi yang tepat dan mudah dijangkau sesuai dengan tata letak gudang yang telah ditetapkan.
5. Proses Putaway dan Picking Lebih Cepat
Rute pergerakan barang yang optimal memungkinkan staf gudang untuk melakukan proses putaway dan mengambil barang dari di lokasi dalam gudang dengan jalur yang paling efisien, sehingga proses pemenuhan pesanan dapat berjalan lebih cepat.
Jenis-Jenis Storage Routing dalam Pengelolaan Gudang
Untuk memastikan penerapan alur pergerakan barang yang optimal, perusahaan perlu mengetahui jenis Storage Routing yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan gudang. Berikut beberapa jenisnya:
1. Fixed Routing
Fixed Routing menggunakan jalur perpindahan barang yang telah ditentukan secara permanen. Metode ini umumnya digunakan pada gudang dengan layout yang stabil dan jenis barang yang sama.
2. Dynamic Routing
Dynamic Routing memungkinkan perusahaan untuk menentukan rute berdasarkan kondisi operasional saat, seperti ketersediaan ruang penyimpanan atau kepadatan aktivitas di gudang.
3. Zone-Based Routing
Metode ini membagi gudang ke dalam beberapa zona operasional. Setiap zona memiliki jalur routing tersendiri sehingga aktivitas perpindahan barang dapat berjalan lebih terorganisir tanpa menimbulkan hambatan saat pengelolaan gudang.
4. Priority Routing
Priority Routing digunakan untuk memberikan jalur khusus pada barang tertentu, seperti barang dengan prioritas tinggi, barang cepat laku (fast moving), atau pesanan mendesak, yang perlu diproses lebih cepat dan didahulukan.
Tips Mengelola Storage Routing yang Optimal
Agar Storage Routing berjalan dengan optimal dalam pengelolaan gudang, perusahaan dapat menerapkan beberapa tips berikut:
1. Menerapkan Layout Gudang yang Strategis
Perusahaan perlu menata layout gudang dengan menempatkan area receiving, storage, picking, dan shipping secara strategis agar alur pergerakan barang menjadi lebih efisien.
2. Mengelompokkan Barang Berdasarkan Pergerakan
Barang fast moving sebaiknya ditempatkan lebih dekat dengan area picking atau shipping untuk mengurangi waktu perjalanan dan memperlancar alur pergerakan barang.
3. Menggunakan Sistem Zona Penyimpanan
Pembagian zona pada area gudang dapat membantu mengurangi kompleksitas pergerakan barang, sehingga Storage Routing lebih tertata.
4. Evaluasi Kinerja Storage Routing secara Berkala
Evaluasi kinerja rute pergerakan barang dalam gudang secara rutin untuk mengidentifikasi hambatan atau titik operasional yang kurang efisien dalam pengelolaan gudang.
5. Mengintegrasikan Teknologi Digital
Penggunaan teknologi seperti Sistem RFID dan WMS dapat membantu mengelola Storage Routing secara otomatis dan meningkatkan visibilitas operasional gudang.
Peran WMS dan Sistem RFID dalam Mengoptimalkan Storage Routing
Sistem RFID dan WMS memiliki beberapa peran penting yang dapat membantu perusahaan untuk mengoptimalkan penerapan Storage Routing. Berikut beberapa peran dari penggunaan teknologi ini:
1. Pelacakan dan Pemantauan Lokasi Barang Otomatis dan Real-Time
Integrasi Sistem RFID dan WMS memungkinkan barang terdeteksi otomatis. Sistem dapat memperbarui data dan memantau lokasi barang secara real-time sehingga membantu memastikan barang mengikuti rute yang tepat.
2. Riwayat Pergerakan Barang Tercatat Otomatis
Setiap perpindahan barang antar area tercatat otomatis dalam WMS. Data ini membantu perusahaan menganalisis pola pergerakan barang dan memantau efektivitas jalur Storage Routing yang sedang berlangsung.
3. Pemantauan Aktivitas Area Gudang
Sistem RFID dan WMS memungkinkan pemantauan aktivitas pada seluruh proses pengelolaan gudang. Informasi ini membantu perusahaan untuk mencegah penumpukan aktivitas pada jalur tertentu.
4. Analisis Storage Routing dan Area Penyimpanan
Data dari Sistem RFID dan WMS dapat digunakan untuk mengevaluasi penggunaan jalur operasional dan area penyimpanan sehingga Storage Routing dapat dioptimalkan sesuai dengan tingkat kesibukan gudang.
5. Mengurangi Kesalahan dan Ketidaksesuaian Data
Otomatisasi pencatatan melalui Sistem RFID dan WMS dapat membantu perusahaan untuk mengurangi kesalahan input manual serta meminimalkan resiko kesalahan penempatan ataupun hambatan dalam memproses barang.
Ciptakan Storage Routing yang Optimal dengan WMS dan Sistem RFID Prieds
Storage Routing merupakan salah satu konsep penting dalam pengelolaan gudang yang berperan dalam mengatur jalur perpindahan barang agar operasional dapat berjalan secara efisien. Dengan pengaturan routing yang tepat, serta dukungan Sistem RFID dan WMS, perusahaan dapat mengoptimalkan Storage Routing secara lebih otomatis, akurat, dan real-time.
Sebagai penyedia Sistem RFID, Prieds menawarkan perangkat yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam menerapkan Storage Routing yang optimal. Sistem ini mendukung pencatatan dan pengelolaan data stok yang akurat, pelacakan barang secara real-time, menjaga jumlah stok agar selalu sesuai, serta memastikan kelancaran alur pergerakan barang selama proses pengelolaan gudang.
Sistem RFID PriedsĀ juga dapat diintegrasikan dengan WMS, sehingga memberikan perusahaan fleksibilitas dan kemudahan untuk menerapkan Storage Routing. KonsultasiĀ dengan tim ahli Prieds untuk mengetahui solusi software yang tepat bagi bisnis Anda.





