top of page

Shipping Cost: Arti, Fungsi, Komponen, Faktor dan Tips Optimalisasinya

Pengiriman barang yang cepat dan tepat merupakan faktor penting dalam manajemen transportasi. Selain dua hal tersebut, terdapat satu komponen yang memiliki pengaruh besar terhadap kelancaran operasional perusahaan, yaitu adalah Shipping Cost atau biaya pengiriman. Biaya ini muncul pada setiap aktivitas distribusi, mulai dari perpindahan bahan baku hingga pengiriman barang jadi kepada distributor, retailer, maupun konsumen akhir.


Semakin kompleks proses operasional dan jaringan distribusi, perusahaan dituntut untuk mengendalikan Shipping Cost agar tetap rendah, agar keuntungan dapat ditingkatkan. Tingginya biaya pengiriman dapat mengurangi keuntungan, meningkatkan harga jual produk, dan akan berpengaruh pada tingkat kepuasan konsumen.


Shipping Cost dalam Manajemen Transportasi

Arti Shipping Cost dalam Manajemen Transportasi

Shipping Cost adalah seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memindahkan barang dari lokasi asal menuju lokasi tujuan melalui berbagai moda transportasi. Dalam operasional perusahaan, Shipping Cost tidak hanya mencakup ongkos transportasi utama, tetapi juga berbagai biaya pendukung yang berkaitan dengan proses distribusi atau pengiriman barang.


Beberapa hal yang termasuk ke dalam Shipping Cost meliputi bahan bakar kendaraan, biaya tol, biaya bongkar muat, biaya penyimpanan sementara, biaya administrasi pengiriman, biaya tenaga kerja, biaya penggunaan armada pihak ketiga, hingga biaya tambahan akibat keterlambatan atau perubahan rute.Ā 


Karena memiliki kontribusi besar terhadap total biaya operasional, Shipping Cost menjadi salah satu indikator penting yang harus dipantau secara konsisten oleh perusahaan, untuk menjaga efisiensi operasional dan profitabilitas bisnis.


Fungsi Mengetahui Shipping Cost dalam Manajemen Transportasi

Mengetahui Shipping Cost secara detail memiliki beberapa fungsi penting dalam menjaga kelancaran manajemen transportasi, diantaranya seperti:


1. Komponen Penting dalam Perhitungan Harga Pokok Produk

Shipping Cost berperan sebagai salah satu komponen dalam perhitungan total biaya produk (HPP). Informasi biaya pengiriman yang akurat membantu perusahaan untuk menentukan harga jual yang tepat tanpa mengurangi keuntungan.


2. Memudahkan Perencanaan Distribusi

Data Shipping Cost membantu perusahaan untuk menentukan metode pengiriman yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional. Perusahaan dapat membandingkan berbagai opsi transportasi berdasarkan biaya, waktu tempuh, dan kapasitas pengiriman.


3. Mengukur Efisiensi Manajemen Transportasi

Perubahan Shipping Cost dari waktu ke waktu dapat digunakan sebagai indikator performa manajemen transportasi. Kenaikan biaya yang tidak terkendali sering kali menjadi tanda adanya kendala, ataupun proses pengiriman yang tidak efisien.


4. Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Perusahaan dapat menggunakan data Shipping Cost untuk menentukan lokasi gudang baru, memilih vendor logistik, melakukan konsolidasi pengiriman, atau merancang strategi manajemen transportasi yang optimal.


5. Meningkatkan Profit Perusahaan

Pengendalian Shipping Cost memungkinkan perusahaan untuk mengurangi pengeluaran operasional secara signifikan. Semakin efisien biaya pengiriman barang, maka semakin besar peluang perusahaan untuk meningkatkan margin keuntungan.


Komponen Penting dalam Shipping Cost

Dalam praktiknya, Shipping Cost terdiri dari beberapa komponen biaya yang saling berkaitan, antara lain yaitu:


1. Biaya Transportasi

Biaya utama yang dibayarkan untuk penggunaan kendaraan atau jasa pengiriman dalam mendistribusikan barang. Komponen ini biasanya juga termasuk biaya bahan bakar, tol maupun retribusi.


2. Biaya Tenaga Kerja

Komponen biaya ini mencakup upah pengemudi, operator pengiriman barang, staf logistik, dan tenaga pendukung lainnya yang terlibat dalam proses pengiriman barang ke tujuan pengiriman.


3. Biaya Bongkar Muat

Biaya berikut merupakan pengeluaran yang muncul selama proses loading dan unloading barang di gudang utama, tempat penyimpanan sementara, maupun di lokasi konsumen akhir.


4. Biaya Penyimpanan Sementara

Komponen berikut hanya termasuk dalam Shipping Cost ketika barang harus disimpan sementara, sebelum diteruskan untuk pengiriman ke tujuan berikutnya atau tujuan akhir.


5. Biaya Administrasi dan Dokumentasi

Komponen terakhir dalam Shipping Cost yaitu biaya untuk pengelolaan dokumen pengiriman, surat jalan, invoice, hingga administrasi kepabeanan untuk pengiriman internasional.


Faktor yang Mempengaruhi Shipping Cost

Besarnya Shipping Cost dalam manajemen transportasi sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:


1. Jarak Pengiriman

Semakin jauh lokasi tujuan dari titik pengiriman, maka akan mempengaruhi besarnya Shipping Cost yang harus dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan distribusi.


2. Volume dan Berat Barang

Barang dengan ukuran besar atau berat tentu akan membutuhkan kapasitas kendaraan lebih besar. Hal ini tentu dapat meningkatkan Shipping Cost perusahaan.


3. Jenis Produk

Produk dengan jenis tertentu, seperti obat dan makanan membutuhkan pengelolaan khusus seperti pendingin atau pengamanan tambahan, yang akan meningkatkan Shipping Cost karena membutuhkan armada yang sesuai.


4. Kondisi Rute Distribusi

Kemacetan, kerusakan jalan, atau rute yang tidak optimal dapat meningkatkan Shipping Cost, akibat pemborosan pada konsumsi bahan bakar dan waktu tempuh kendaraan.


5. Pemanfaatan Kapasitas Armada

Armada yang beroperasi dengan kapasitas yang tidak dimaksimalkan akan menyebabkan biaya distribusi per unit produk menjadi lebih tinggi.


6. Harga Bahan Bakar

Fluktuasi harga bahan bakar juga menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan Shipping Cost dalam proses manajemen transportasi.


Cara Tingkatkan Efisiensi Shipping Cost

Agar Shipping Cost menjadi lebih efisien dalam manajemen transportasi, perusahaan dapat menerapkan beberapa cara berikut:

1. Menyusun Perencanaan Rute yang Optimal

Perusahaan perlu menentukan rute pengiriman barang yang paling efisien berdasarkan beberapa faktor, seperti jarak tempuh, konsumsi bahan bakar, dan waktu perjalanan, agar Shipping Cost menjadi lebih efisien.


2. Memaksimalkan Kapasitas Armada Pengiriman

Pengiriman dengan kapasitas kendaraan yang terisi penuh dapat membantu menurunkan Shipping Cost per unit produk. Selain itu, dengan memaksimalkan kapasitas, perusahaan juga dapat mengurangi perjalanan armada tanpa muatan (empty miles).


3. Melakukan Konsolidasi Pengiriman

Menggabungkan beberapa pesanan yang memiliki jadwal atau tujuan serupa dalam satu perjalanan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan armada dan mengurangi frekuensi pengiriman.


4. Memantau Kinerja Manajemen Transportasi

Evaluasi berkala terhadap proses manajemen transportasi membantu perusahaan untuk memastikan biaya yang dibayarkan sebanding dengan kinerja pengiriman. Selain itu, dengan memantau proses pengiriman, perusahaan dapat mengidentifikasi kendala operasional, sehingga langkah perbaikan dapat diambil dengan cepat.


5. Menggunakan Teknologi dalam Manajemen Transportasi

Pemantauan armada secara real-time menggunakan Transportation Management System memungkinkan perusahaan untuk mendeteksi potensi keterlambatan atau penyimpangan rute yang dapat meningkatkan Shipping Cost.


Peran TMS untuk Tingkatkan Efisiensi Shipping Cost

Penerapan TMS memiliki beberapa peran penting yang dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi Shipping Cost. Berikut beberapa keunggulan dari teknologi ini:


1. Optimasi Rute Pengiriman yang Paling Optimal

TMS membantu perusahaan merencanakan rute distribusi paling optimal berdasarkan jarak, kondisi lalu lintas, dan kapasitas muatan. Selain itu, TMS juga dapat mengatur jadwal pengiriman dan alokasi armada yang efisien.


2. Monitoring Armada Secara Real-Time

TMS dapat meningkatkan visibilitas perusahaan untuk memantau posisi armada pengiriman secara real-time, sehingga potensi keterlambatan, kendala operasional, atau penggunaan armada yang tidak efisien dapat segera ditangani.



3. Analisis Shipping Cost yang Lebih Akurat

Seluruh aspek dalam Shipping Cost akan tercatat secara otomatis dalam TMS, sehingga perusahaan dapat meningkatkan visibilitas terhadap komponen biaya dan kinerja manajemen transportasi.


4. Pengurangan Empty Miles

Melalui perencanaan rute dan penjadwalan yang lebih baik, TMS membantu perusahaan untuk mengurangi perjalanan kosong (Empty Miles) yang sering menjadi salah satu penyebab peningkatan Shipping Cost.


5. Evaluasi Kinerja Manajemen Transportasi

TMS menyediakan laporan dan dashboard yang membantu perusahaan untuk mengevaluasi kinerja manajemen transportasi, seperti biaya per pengiriman, biaya per kilometer, dan penggunaan armada, sehingga perusahaan dapat menemukan langkah optimalisasi proses pengiriman.


Dapatkan Shipping Cost yang Lebih Efisien dengan TMS Prieds

Shipping Cost merupakan salah satu komponen biaya dalam manajemen transportasi yang memiliki pengaruh terhadap efisiensi operasional dan keuntungan perusahaan. Pengelolaan biaya pengiriman yang efektif, serta penerapan teknologi seperti TMS, akan membantu perusahaan untuk memperoleh visibilitas terhadap aktivitas pengiriman, melakukan optimasi rute, meningkatkan utilisasi armada, serta mengendalikan Shipping CostĀ 


Sebagai penyedia TMS, Prieds menawarkan sistem yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam meningkatkan efisiensi Shipping Cost. Sistem ini dapat mengurangi biaya pengiriman, meningkatkan visibilitas armada, optimasi rute pengiriman, penyusunan jadwal distribusi, hingga analisis performa manajemen transportasi secara real-time.


TMS PriedsĀ juga dapat diintegrasikan dengan beberapa teknologi yang dapat menunjang proses operasional di berbagai industri, seperti WMS, RFID, dan MES, sehingga memberikan perusahaan fleksibilitas dan kemudahan untuk menjalankan bisnis. KonsultasikanĀ kebutuhan bisnis dengan tim ahli Prieds untuk mengetahui solusi yang tepat bagi bisnis Anda.

bottom of page